KARDIOVASKULAR merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami masyarakat Indonesia. Jika Anda pergi ke sebuah rumah sakit, bisa dipastikan poli penyakit jantung selalu dipenuhi oleh antrian pasien.
Rata-rata pasien penyakit jantung jatuh sakit karena pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Terlalu berani mengonsumsi makanan berlemak dan kurangnya olahraga menjadi salah satu penyebab utamanya.
Meski demikian, bukan berarti penyakit kardiovaskuler tidak bisa dicegah. Melansir dari Joslin Diabetes Center, Kamis (7/6/2018), Okezone akan membahas mengenai lima cara untuk mencegah penyakit kardiovaskuler.
(Baca Juga:Kejutan Spesial Hamish Daud untuk Istri, Kue Ultah hingga Foto Imut Masa Kecil Raisa)
Jagalah kadar A1C, tekanan darah dan kolesterol Anda
Menurut Direktur Lipid Clinic, Om Ganda, M.D., penelitian skala besar telah menentukan bahwa mengendalikan LDL (Kolesterol jahat) dan tekanan darah, dapat mencegah komplikasi jantung hingga 30-50 persen. Tingkat A1C kurang dari tujuh persen juga dapat memiliki manfaat untuk jantung.
Konsultasi dengan dokter perihal konsumsi aspirin
Aspirin memang terbukti ampuh untuk mencegah penyakit-penyakit vaskular serius seperti serangan jantung dan stroke. Biasanya penderita diabetes memiliki resiko lebih tinggi mengalami oenyakit seperti ini. Jadi para penderita diabetes harus mempertimbangkan terapi aspirin.
Cobalah aktif secara fisik dan pertahankan berat badan sehat
Cobalah berolahraga selama 30 menit seperti jalan cepat setiap hari. Berolahraga dapat menurunkan berat badan dengan sehat dan dapat membakar lemak jahat yang menjadi cikal bakal penyakit kardiovaskuler.
Makan dengan bijak
Kurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans dan kolesterol seperti mentega, telur, daging dan susu. Konsumsilah makanan tinggi serat seperti sayuran, buah dan roti gandum.
(Baca Juga: Gaya Berciuman Bisa Ungkap Karakter Asli Pasangan, Kamu Tipe yang Mana?)
Jangan merokok
Jika Anda merupakan seorang perokok berhentilah sejak saat ini. Ganda menjelaskan nikotin akan menyempiti dan membatasi pembuluh darah. Sama halnya dengan diabetes, Anda tidak dapat mengubahnya, tapi Anda harus menghentikan kerusakan yang disebabkannya.
(Dinno Baskoro)