Kemudian Ali mulai menjual semua aset-aset mewahnya, mulai dari mobil hingga jam tangan. Lalu ia mendirikan Muslims Around The World (MATW) Project. Menjalankan proyek dari MATW ini, ia pergi ke negara-negara di Afrika dan memberi masyarakat di sana dengan bantuan pendidikan, makanan, dan bentuk bantuan lainnya. Sepanjang perjalanannya di Togo, Ghana, dan Burkina Faso, Ali disebutkan telah membantu ribuan orang kekurangan yang membutuhkan.
(Baca Juga: Malangnya Anjing Ini, Dikirim via Ekspedisi Malah Tewas Mengenaskan di Pesawat)
Sampai suatu hari, wawancaranya dengan Mohamed Hoblos menjadi viral dan membuat Ali jadi menerima banyak donasi dari orang-orang dari berbagai penjuru dunia. Dengan uang donasi yang terkumpul, program MATW yang digawangi Ali berhasil membangun sebuah pedesaan untuk menampung sekitar 200 orang janda, membangun masjid, sekolah untuk 600 yatim piatu, rumah sakit mini, dan bisnis untuk mendukung komunitas lokal.
Meskipun hanya diberi tujuh bulan untuk hidup, Ali nyatanya berhasil bisa tetap hidup selama tiga tahun setelah dia pertama kali diberitahu bahwa dirinya menderita kanker, yang mana sisa hidupnya di dunia benar-benar dimanfaatkan Ali untuk bisa menjadi manfaat bagi banyak orang lain yang membutuhkan. Betul-betul sosok yang menginspirasi bukan? Demikian seperti dilansir Metro, Senin (4/6/2018).
(Utami Evi Riyani)