SETIAP pasangan tentu mendambakan kehadiran buah hati untuk meramaikan rumah tangga mereka. Berbagai upaya pun kerap dilakukan termasuk menjalani program hamil. Nah, selain berkonsultasi dengan dokter kandungan, sebagian orang juga kerap tergiur dengan produk-produk yang dipercaya ampuh meningkatkan kesuburan.
Produk seperti ini bahkan sudah banyak beredar di pasaran. Salah satunya adalah susu cepat hamil. Banyak yang berasumsi bahwa susu merupakan solusi terbaik bagi para pasangan yang ingin segera punya momongan.
Namun, benarkah wanita perlu minum susu cepat hamil unuk meningkatkan kesuburannya?
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Okezone, Jumat (1/6/2018), belum diketahui secara pasti solusi yang instan, tepat, dan ampuh dalam mempercepat kehamilan. Ada banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kesuburan seseorang.
Namun mengklaim bahwa minum susu cepat hamil dapat mempercepat kehamilan merupakan sebuah kekeliruan. Susu memang mengandung banyak nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin D, vitamin B6, fosfor, hingga folat. Zat tersebut sejatinya memang dibutuhkan oleh para wanita di usia produktif untuk mempersiapkan tubuh mereka sebelum memasuki masa kehamilan.
Susu cepat hamil memang dipercaya dapat membantu tubuh dalam mempersiapkan kehamilan. Namun perlu ditegaskan bahwa peran susu cepat hamil disini berfungsi sebagai suplemen yang melengkapi berbagai kekurangan zat gizi yang dibutuhkan tubuh wanita.
Meski secara tidak langsung susu cepat hamil membantu tubuh dalam menghadapi kehamilan, bukan berarti produk susu tersebut dapat mempercepat kehamilan atau meningkatkan kesuburan Anda. Jadi perlu diingat bahwa susu yang dijual dipasaran hanya mampu menjaga kesehatan tubuh dan kandungan wanita, bila pembuahan telah terjadi.
Untuk meningkatkan kesuburan, Academy of Nutritions and Dietics menganjurkan kepada para pasien untuk memilih produk susu yang kaya akan lemak, bukan produk susu yang rendah lemak. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction disebutkan bahwa, asupan makanan olahan susu dan susu yang rendah lemak ternyata dapat meningkatkan risiko tidak subur pada wanita. Sementara olahan susu berlemak tinggi justru akan membantu menurunkannya, sehingga tingkat kesuburan Anda akan lebih terjamin.
(Helmi Ade Saputra)