Namun bukan berarti hanya itu yang bisa ditawarkan PLBN Entikong untuk para wisatawan. Pos yang dikelola oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) ini sedang melaksanakan pembangunan tahap kedua yang saat ini memasuki 45%. Pembangunan itu meliputi car wash, kantor pengelola PLBN, kantor pelayanan karantina kesehatan, hingga kamar es untuk jenazah untuk menampung jenazah TKI yang datang dari Malaysia. Untuk wisatawan, yang menarik adalah akan adanya pasar tradisional, pasar semi modern, pasar modern, sarana ibadah, perbankan, hingga food court yang akan melengkapi kebutuhan berwisata para pelancong.
"Di pasar tradisional akan dibuat semacam tribun, yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk acara tertentu. Area hijau lapangan bisa dimanfaatkan masyarakat dari PLBN ketika ada tari tradisional, baik Dayak maupun Melayu," jelas Rudi.
Antusias masyarakat dengan adanya gedung yang baru saat ini begitu tinggi. Menurut Rudi, masyarakat sangat senang dengan adanya pos lintas batas yang indah ini sebagai beranda depan negeri ini. Sebab di sinilah Indonesia menerima kedatangan warga dari negeri tetangga, sehingga menjadi satu kebanggaan memiliki gedung yang indah ini. Panorama di sekitar pos yang dipenuhi dengan bukit hijau, kabut putih, hingga suara burung-burung berkicau menjadi salah satu keistimewaan PLBN Entikong.
Karena banyaknya masyarakat yang mengabadikan momen di area PLBN Entikong, Rudi mengatakan terkadang petugas harus jeli dan tak bosan untuk mengingatkan para wisatawan agar tak menginjak rumput sekaligus dan menjaga kebersihan lingkumgan.
Bekerja sama dengan BNPP, MNC Travel melakukan perjalanan menjelajah empat titik batas negeri. Termasuk PLBN Entikong yang digadang-gadang akan menjadi kota baru sebagai destinasi wisata dan sebagai epicentrum kota pertumbuhan ekonomi dan kota baru entikong.