Jika melihat meriam yang sudah jadi, kata dia, mungkin orang mengatakan tak banyak proses pengerjaannya. Namun butuh cukup waktu lama untuk membuat meriam ini. "Kalau dari nol atau balok baru, satu meriam bisa memakan waktu selama empat hari. Itu belum mengecat, belum membuat landasan meriam," tambahnya.
Saat ini, Hendra dan warga lainnya masih bergotong royong membuat beberapa meriam. Ia memprediksi, meriam yang ada di tempatnya akan dinaikkan ke atas landasan sekitar H - 15 Idul Fitri. "Kalau sudah naik ke landasan (dari rendaman sungai) dilakukan pengecatan dengan ditambah motif yang beraneka ragam khas Kota Pontianak," ujarnya.
Untuk menyemarakkan malam sambut Idul Fitri, Hendra dan kawan-kawan juga membuat panggung di lokasi meriamnya. Itu untuk membuat suasana tambah lebih meriah. Dalam menyalakan meriam juga ada prosesnya, yaitu setiap bagian yang berlubang harus ditutup ketika di dalamnya terdapat campuran karbit dan air. Kebanyakan menggunakan kertas koran yang sudah dibasahi.
"Kalau malam lebaran kita bunyikan sepuasnya. Nanti bunyi meriam bersahutan dari mana-mana. Ada dari seberang, kiri dan kanan. Biasa ada yang sampai pagi baru berhenti main meriam," tutup Hendra.
(Fakhri Rezy)