"Sekarang sudah adaima meriam yang telah jadi. Kami olah secara gotong royong. Dan dana yang didapati juga dari urunan," kata Ketua Meriam Karbit Setia Tambelan, Hendra ditemui di lokasi pembuatan meriam kawasan Water Front Tepian Sungai Kapuas, Jalan H. Abu Naim, Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur.
Baca juga: Pria Ini Bikin Tato Bibir Seksi Kylie Jenner, Sang Idola Langsung Hadiahi Tas Puluhan Juta Rupiah
Ia menjelaskan, persiapan pertama dalam membuat meriam ini adalah membelah balok kayu menjadi dua bagian. "Kami siapkan delapan meriam. Dua merupakan balok kayu baru. Enam meriam lama yang kami rehab saja," terangnya.
Proses pembelahan balok kayu harus menggunakan gergaji mesin. Karena, ukurannya cukup besar. Rata-rata berdiameter 70 sentimeter dengan panjang enam meter. "Setelah dibelah, bagian tengah dua sisi balok kita tara dengan kampak dan pahat menjadi setengah lingkaran atau bulatan. Pada ujungnya, disisakan sebagai pangkal," tuturnya.
Proses selanjutnya adalah pembuatan lubang penyulutan api pada bagian atas meriam dan lubang di bagian bawah meriam untuk membuang sisa air yang bercampur karbit. "Kami pakai alas dari seng sebagai penahanan air dan karbit yang terletak pada bagian dalam, gunanya untuk menghindari terjadinya rembesan yang dapat mempengaruhi bunyi," jelasnya.
Baca juga: Berikan Buket Bunga Uang senilai Rp740 Juta ke Kekasihnya, Pria Ini Malah Terancam Pidana