"Paling tidak kita tidak membuka pasar bebas. Dengan adanya peraturan 600 Ringgit Malaysia, supaya meningkatkan ekspornya dari pada impornya," lanjut Rudi.
Baca juga: 10 Tempat Wisata Api Abadi, Setengahnya Ada di Indonesia Loh
Gedung PLBN Entikong sendiri memiliki didesain dengan ornamen-ornamen khas Suku Dayak. Selain gedung utama, pembangunan tahap kedua juga sedang dikerjakan. Salah satu fasilitas yang sedang dibangun adalah dua kamar mortuary cabinet/tempat penyimpanan jenazah sementara. Mengingat banyaknya TKI asal Indonesia yang pulang tanpa nyawa melalui PLBN Entikong.
"Akan ada dua mercuary cabinet untuk menampung jenazah sementara. Karena terkadang jenazah datang tanpa peti, seperti hanya ditutup tikar. Nantinya jenazah yang seperti itu akan kami simpan di kamar es. Kalau dokumen sudah lengkap baru disampaikan ke keluarga," katanya.
Bekerja sama dengan MNC Travel, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) membawa MNC Media untuk melihat langsung fasilitas dan suasana sehari-hari di PLBN Entikong. Dapat dikatakan PLBN Entikong adalah salah satu PLBN paling ramai karena dikunjungi 1.000-1.500 pelintas setiap harinya.