KASUS kejadian luar biasa (KLB) kembali melanda Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh Okezone, sebanyak 56 orang mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi tutut (olahan dari keong sawah) saat berbuka puasa.
Kejadian ini berlangsung di Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat. Menurut salah satu pengurus kelurahan siaga, Ida Farida (47), para korban mengalami gejala keracunan makanan seperti mual, muntah, dan diare setelah menyantap olahan tutut yang dijual di warung sekitar pada Rabu 25 Mei 2018 lalu.
Beberapa warga diketahui masih berdatangan ke Puskesmas Bogor Utara dan rumah sakit terdekat. Kasus dugaan keracunan ini pun sudah ditangani oleh Polresta Bogor Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.
Keong sawah atau sering disebut tutut termasuk dalam kelompok operculata yang hidup di perairan dangkal berdasar lumpur dengan aliran air yang lamban. Misalnya di sawah, rawa-rawa, pinggir danau, dan pinggir sungai kecil.
Tutut memiliki tinggi cangkang sampai 40mm dengan diameter 25mm, bentuknya seperti kerucut membulat dengan warna hijau-kecokelatan atau kuning kehijauan. Puncak cangkang terlihat agak runcing, dengan bagian tepi menyiku tumpul pada keong yang masih muda.
Menurut Positive Deviance Resource Centre, keong sawah ini menyimpan kandungan gizi tinggi seperti kandungan protein yang mencapi 12%, kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah, dan sisanya mengandung karbohidrat dan phosfor.
(Baca Juga: Midnight Sale di Jakarta untuk Berburu Baju Lebaran, Catat Tanggalnya!)
Kandungan vitaminnya pun terbilang tinggi yaitu didominasi vitamin A, E, niacin dan folat. Dengan pengolahan yang tepat, tutut sejatinya dapat dijadikan sumber protein hewani yang berumut dengan harga lebih terjangkau dibandingkan daging sapi, kambing, atau ayam.
Kendati demikian, setiap orang perlu waspada ketika hendak mengonsumsi makanan bercita rasa gurih. Pasalnya, keong sawah merupakan salah satu inang dari beberapa penyakit parasite. Selain itu, hewan yang diambil dari persawahan ini dapat menyimpan sisa pestisida di dalam tubuhnya.
(Baca Juga: Turun Takhta demi Janda hingga Anak Haram, Ini 4 Skandal Menghebohkan Royal Wedding)
(Muhammad Saifullah )