Untuk melihat keadaan, Sullivan menurunkan jendelanya yang mengakibat dia kehilangan kesadaran dan hampir melaju hingga tepi jurang. Ketika itu ia kehilangan alis dan bulu matanya.
Serangan ketiga terjadi setahun kemudian ketika Sullivan tidak bertugas. Saat dia berusia 58 tahun, dia hanya sedang merawat kebunnya ketika petir menyambar trafo di dekatnya, memantul dan memukul tepat bahunya. Itu menyebabkan ia terjatuh dan membakar kulitnya.
Kejadian keempat adalah yang paling dramatis. "Ada hujan lembut, tapi tidak ada guntur atau gemuruh, sampai hanya satu suara (petir) besar, hal paling keras yang pernah saya dengar,” katanya kepada Lakeland Ledger pada tahun 1972.
“Ketika telinga saya berhenti berdering, saya mendengar sesuatu yang mendesis. Ternyata, rambut saya terbakar. Kobaran api naik enam inci," ucapnya.
Beruntungnya, dia sedang berada di rumah bukan dk tempat perkemahan sehingga bisa memadamkan api menggunakan handuk basah dan jaketnya.