Mengenal Khalid Bin Walid Jenderal Perang 'Pedang Allah'

Annisa Aprilia, Jurnalis
Selasa 29 Mei 2018 04:31 WIB
Ilustrasi (WP)
Share :

UMAT Muslim memiliki sederet nama pahlawan yang berjasa dalam peperangan di masa lalu. Sayangnya, tidak semua anak dan masyarakat yang beragama Islam mengenal nama-nama pahlawan Muslim.

Salah satu tokoh pahlawan tersebut adalah Khalid Bin Waleed r.a, yang merupakan jenderal perang yang paling disegani pada masanya. Melansir dari laman The Revival, Khalid mulanya tidak beragama Islam dan bahkan pernah berperang melawan umat Muslim.

 Baca juga: 2 Buah Melon ini Dibanderol Seharga Rp409 Juta, Apa Uniknya?

Singkat cerita, setelah memeluk agama Islam, Khalid pun berbalik, berjuang dengan berani, dan menyebarkan agama Islam di Irak dan Suriah. Pada masa peperangan dahulu, Khalid memerintahkan tentara Muslim untuk berperang melawan dua negara besar, Persia dan Bizantium.

 

Kepiawaian Khalid semakin cemerlang tatkala dia membunuh seorang jenderal Persia dalam pertarungan satu lawan satu untuk merebut Irak dan Persia. Hebatnya lagi, sumber menuliskan, Khalid bahkan bisa mengalahkan seorang pria yang juga berasal dari Persia, yang terkenal dengan kekuatan super a thousand men.

Kehebatan Khalid dalam berperang tidak cukup sampai di situ saja, sebab sebelum menjadi Muslim Khalid juga menjadi salah satu sosok yang dihormati di antara kaum Quraisy. Dalam perang Uhud, Khalid menggantikan ayahnya yang menjadi pemimpin Quraisy dan menyelamatkan kaumnya dari kekalahan dari umat Muslim. Saat pertempuran Palung, Khalid kembali harus melawan umat Islam.

 Baca juga: Tiruskan Pipi Chubby dalam 10 Hari dengan Cara Ini

Ketertarikan Khalid pada agama Islam muncul ketika dia melihat umat Muslim mulai datang ke Mekah untuk berhaji. Khalid menyaksikan sendiri betapa mulia dan baiknya umat Muslim dan hal inilah yang meluluhkan hatinya. Dia pun melihat perubahan yang luar biasa karena masuknya agama Islam.

Akhirnya, Khalid pun meninggalkan Mekah dan menuju Madinah untuk memeluk agama Islam. Saat dalam perjalanannya, Khalid bertemu dengan Nabi Muhammad saw, dan meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya di masa lalu. Khalid meminta nabi untuk berdoa pada Allah agar memaafkan kesalahannya.

Perang Mauta menjadi salah satu peperangan yang dihadapi Khalid setelah memeluk Islam. Oleh karena tiga komandan Muslim tewas secara bergantian, Khalid pun mengambil alih komando dan tetap berjuang meskipun keadaan kian memburuk.

 Baca juga: Midnight Sale di Jakarta untuk Berburu Baju Lebaran, Catat Tanggalnya!

Saat bertempur kala itu, Khalid harus merelakan sembilan pedangnya patah. Kemudian, tanpa diduga Khalid menarik mundur pasukannya, agar selamat dan tidak dibunuh. Atas keputusannya ini Khalid pun diberi gelar Saifullah yang artinya pedang Allah.

Kehebatan, keberanian, dan kekuatan yang dimiliki Khalid membuat dirinya dijuluki ‘penakluk’ oleh beberapa umat Muslim. Khalid juga dikenal sebagai orang yang ahli dalam mengatur strategi dan pejuang yang berani.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya