Katanya Setan Dibelenggu saat Ramadan, Tapi Masih Banyak Maksiat? Ini Penjelasan Ustadz

Annisa Aprilia, Jurnalis
Rabu 23 Mei 2018 11:22 WIB
Ilustrasi (Foto: Fineartamerica)
Share :

Artinya, “Ketika masuk bulan Ramadlan maka syaitan-syaitan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup,” (HR Bukhari dan Muslim).

"Maksud hadis, soal dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dan dibelenggunya setan, para ulama berbeda dalam memahaminya. Ada yang memahami dengan pendekatan makna hakiki (sesuai bunyi teks haditsnya), dan ada juga yang memahami dengan pendekatan 'majazi' (makna yang terdapat di balik bunyi teksnya)," jelas Ustaz Fauzan Amin,

Ketua ikatan Quran hadis indonesia, saat menjawab pertanyaan Okezone lewat pesan singkat, Rabu (23/5/2018).

 

Lebih lanjut, Ustadz Fauzan menjelaskan, pertama, pendekatan dengan makna hakiki, dibukanya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu neraka juga dipahami sesuai bunyi teks haditsnya (zhahirul hadits), lihat Ibnu Baththal, Syarhu Shahih al-Bukhari, Riyadl-Maktabah ar-Rusyd, cet ke-2, 1423 H/2003 M, juz IV, halaman 20. Kedua, memahami secara majazi. Dalam konteks ini dibukanya pintu-pintu surga dipahami bahwa Allah SWT membuka pintu-Nya dengan amal perbuatan yang dapat mengantarkan hamba-Nya ke surga seperti salat, puasa, dan tadarus Al-Qur`an.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya