Ibu Rumah Tangga - Dampak untuk diri sendiri
Positif: menyaksikan anak tumbuh dengan sehat merupakan momen paling berharga bagi seorang ibu di seluruh dunia. Anda juga akan mengenal mereka lebih baik daripada orang lain.
“Ini adalah waktu yang tepat bagi kaum wanita untuk terhubung dengan orang-orang sekitar, terutama kepada anaknya. Anda memiliki banyak waktu untuk membangun hubungan tersebut,” kata Lexi Welanetz, direktur Pusat Konseling Sumber Daya Keluarga di Los Angeles.
Negatif: Ada kalanya Anda akan merasa jenuh dan bosan dengan rutinitas yang terus dilakukan berulangkali setiap hari. Apalagi jika anak Anda sedang rewel-rewelnya, di saat pekerjaan rumah menumpuk. Untuk menyiasatinya, Anda bisa menyisihkan sedikit waktu untuk diri sendiri setiap minggu.
Dampak untuk anak
Positif: Memiliki ibu yang selalu sedia setiap merupakan situasi yang paling nyaman dari sudut pandang bayi. Bahkan para pekerja di penitipan anak pun tidak akan memberikan hal yang sama seperti yang dirasakan anak Anda ketika bersama ibu kandungnya.
Selain itu, tidak akan muncul kekhawatiran yang tidak berarti, karena Anda selalu berada di sisi mereka. Misalnya ketika anak Anda sedang dalam masa pertumbuhan gigi.
Dalam masa inilah biasanya anak akan mengalami demam dan membutuhkan perhatian Anda. “Saya pikir anak-anak saya benar-benar mendapatkan manfaat dari stabilitas yang datang langsung dari orang yang sama (ibu kandung) setiap hari. Secara tidak langsung hal ini akan melatih mereka untuk belajar disiplin,” kata Lori Stepp, seorang ibu tiga anak asal Durham, Amerika Serikat.
Negatif: Dalam beberapa kasus, anak Anda akan ketergantungan akan sosok ibunya. Hal ini akan memicu sebuah permasalahan baru, khususnya pada masa-masa prasekolah.
Untuk menghindari hal tersebut, April Nesin Ph.D, seorang psikologi pediatric di Rumah Sakit Anak-Anak St. Louis mengatakan, “Pastikan sang anak menghabiskan waktu bersama anak-anak lainnya. Dengan begitu, ia akan merasakan kehidupan baru, di mana ia tidak lagi menjadi pusat alam semesta”.
Dampak untuk hubungan Anda
Positif: Menjadi ibu rumah tangga juga memiliki keuntungan untuk lebih fokus dalam mengurus anak. Contohnya ketika anak Anda jatuh sakit. Anda tidak perlu bertengkar dengan suami, tentang siapa yang harus ‘bolos’ ke kantor untuk menjaga si kecil di rumah.
Urusan rumah tangga lainnya pun akan jadi lebih terorganisir, sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu luang ketika suami pulang.
Negatif: Pada suatu waktu Anda akan teringat kembali ke pada masa-masa ketika Anda menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari pekerjaan. Jika pada akhirnya Anda memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, hal pertama yang ingin Anda bicarakan dengan suami adalah kapan ia akan bergantian mengurus anak.
Hal ini bisa menjadi penyebab konflik dan keretakan dalam rumah tangga. Pasalnya, setelah seharian bekerja, suami Anda tentu menginginkan waktu untuk berisitirahat. Cara terbaik untuk mengakalinya adalah dengan memberikannya waktu bersantai selama kurang lebih 30 menit, lalu bicarakanlah secara perlahan.
(Ahmad Luthfi)