Anak Anda Kejang karena Demam, Ini 5 Cara Mengatasinya

Tiara Putri, Jurnalis
Senin 14 Mei 2018 10:32 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

ORANGTUA tentu merasa khawatir bila anaknya terserang penyakit. Penyakit yang sering terjadi pada anak-anak adalah demam. Bila sudah begitu orangtua harus waspada sebab bila demamnya terlalu tinggi bisa mengakibatkan kejang.

Kejang demam lebih mungkin terjadi bila suhu tubuh anak lebih dari 38°C, dan biasanya berlangsung beberapa menit kemudian berhenti dengan sendirinya. Walaupun begitu, tidak jarang orangtua merasa takut. Terlebih kejang demam rentan terjadi pada anak kecil dalam rentang usia 3 bulan hingga 5 tahun.

Melansir Emedicinehealth, Senin (14/5/2018) kejang demam terbagi menjadi dua jenis yaitu sederhana dan kompleks. Kejang demam umumnya terjadi selama 5 menit, tapi ada pula yang berlangsung lebih dari 15 menit.

Baca Juga: Pesona Wisata Air terjun Warinkabom, Surga Kecil di Raja Ampat

(Foto: Shutterstock)

Hal ini dapat menyebabkan kondisi serius karena anak mungkin mengalami kerusakan otak atau epilepsi. Selain itu, bisa juga terjadi infeksi telinga dan bahkan infeksi serius pada sistem saraf pusat seperti meningitis.

Gejala kejang demam antara lain tubuh anak menjadi kaku, lengan dan kaki tersentak, anak tidak merespons rangsangan apapun, sesak rahang dan mulut, napas berbisik, serta mata menyimpang, menatap, berguling, atau bergerak maju mundur. Setelah itu, anak biasanya mengantuk dan mulai menjadi responsif 15-30 menit kemudian.

Baca Juga: Catat! Menyebarkan Foto Korban Terorisme Bisa Bikin Trauma

(Foto: Shutterstock)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya