PERTOLONGAN pertama pada saat kecelakaan merupakan salah satu tindakan yang wajib dilakukan di mana saja. Alhasil, kecepatan, kesigapan dan ketangkasan sangat dituntut dalam pekerjaan ini.
Pertolongan medis sangat dibutuhkan terutama dalam dunia olahraga. Pasalnya, beberapa olahraga ekstrem memiliki tingkat risiko cedera yang sangat tinggi. Karenanya, dengan pertolongan medis yang cepat dan akurat, risiko cedera bisa diminimalisir.
Meski demikian, tidak semuanya petugas medis mampu menjalankan pekerjaannya dengan sempurna lho. Tak sedikit banyak atlet yang telat mendapatkan pertolongan saat mengalami kecelakaan.
Merangkum dari berbagai sumber, Okezone akan membahas tentang beberapa atlet yang telat mendapatkan pertolongan medis saat mengalami kecelakaan.
Baca Juga: Viral Meme SBMPTN, Hiburan di Kala Stres Hadapi Ujian
1. Choirul Huda
Kematian kiper Persela Lamongan ini tentunya sangat menyayat hati para pencinta sepakbola di tanah air. Juru tepis berusia 38 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami cedera parah pada bagian dadanya.
Awalnya pertandingan melawan Semen Padang berjalan dengan lancar. Namun, mimpi buruk terjadi ketika ia tak sengaja bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodriguez saat hendak mengamankan si kulit bundar pada menit ke -44.
Meski sempat mendapatkan pertolongan medis, tapi cara yang salah dan tindakan yang kurang responsif, membuat nyawa Choirul Huda tidak tertolong.
(Foto: ANT)
2. Marco Simoncelli
Pembalap MotoGP, Marco Simoncelli, meninggal dunia akibat kecelakaan saat membalap di Sirkuit Sepang, Malaysia pada 2011. Dia mengalami cedera serius pada bagian kepalanya setelah ditabrak oleh Collin Edwards dan Valentino Rossi yang berada tepat di sampingnya.
Kerasnya benturan membuat helm yang dikenakan pembalap bernomor 58 ini terlepas ke pinggir lintasan. Sebenarnya, Simoncelli sempat mendapatkan pertolongan pertama, namun karena cederanya yang parah dan kurangnya fasilitas medis, Simoncelli harus mengembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.
(Foto: Reuters)
3. Shoya Tomizawa
Pembalap asal Jepang ini meninggal dunia saat balapan di Sirkuit San Marino pada 2010. Dia terjatuh saat melahap tikungan pada lap ke-12. Motornya yang melebar membuatnya terhantam kuda besi Scott Redding dan Alex de Angelis.
Tomizawa sempat mendapatkan perawatan di pusat medis sirkuit. Namun, parahnya cedera dan minimnya fasilitas kesehatan membuatnya harus dipindahkan menuju rumah sakit di Riccione.
Sayangnya, meskipun telah mendapatkan perawatan dan dipindahkan ke rumah sakit, namun nyawa Tomizawa tetap tidak dapat tertolong.
(Foto: Reuters)
(Martin Bagya Kertiyasa)