Pertolongan Pertama Kurang Maksimal, Nyawa 3 Atlet Ini Tak Tertolong

Leonardus Selwyn, Jurnalis
Selasa 08 Mei 2018 18:05 WIB
Choirul Huda. (Foto: Goal)
Share :

PERTOLONGAN pertama pada saat kecelakaan merupakan salah satu tindakan yang wajib dilakukan di mana saja. Alhasil, kecepatan, kesigapan dan ketangkasan sangat dituntut dalam pekerjaan ini.

Pertolongan medis sangat dibutuhkan terutama dalam dunia olahraga. Pasalnya, beberapa olahraga ekstrem memiliki tingkat risiko cedera yang sangat tinggi. Karenanya, dengan pertolongan medis yang cepat dan akurat, risiko cedera bisa diminimalisir.

Meski demikian, tidak semuanya petugas medis mampu menjalankan pekerjaannya dengan sempurna lho. Tak sedikit banyak atlet yang telat mendapatkan pertolongan saat mengalami kecelakaan.

Merangkum dari berbagai sumber, Okezone akan membahas tentang beberapa atlet yang telat mendapatkan pertolongan medis saat mengalami kecelakaan.

Baca Juga: Viral Meme SBMPTN, Hiburan di Kala Stres Hadapi Ujian

1. Choirul Huda

Kematian kiper Persela Lamongan ini tentunya sangat menyayat hati para pencinta sepakbola di tanah air. Juru tepis berusia 38 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami cedera parah pada bagian dadanya.

Awalnya pertandingan melawan Semen Padang berjalan dengan lancar. Namun, mimpi buruk terjadi ketika ia tak sengaja bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodriguez saat hendak mengamankan si kulit bundar pada menit ke -44.

Meski sempat mendapatkan pertolongan medis, tapi cara yang salah dan tindakan yang kurang responsif, membuat nyawa Choirul Huda tidak tertolong.

 

(Foto: ANT)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya