GAYA hidup sedentari yang belakangan ini mulai dilakukan masyarakat tak bisa dipungkiri meningkatkan risiko obesitas. Padahal obesitas dapat menyebabkan sejumlah penyakit. Sebut saja penyakit hipertensi, hiperkolesterol, stroke, serangan jantung, penyakit kardiovaskular, diabetes, serta liver atau hati.
Beberapa di antara Anda mungkin belum tahu bila obesitas dapat menyebabkan fatty liver atau perlemakan pada hati. Kondisi ini dapat membuat hati tidak lagi berfungsi dengan baik. Padahal hati berperan penting dalam sistem metabolisme tubuh, menawarkan dan menetralisir racun, mengatur sirkulasi hormon, membuat empedu untuk membantu mencerna lemak, membantu produksi urin, serta mengatur komposisi darah yang mengandung lemak, gula, protein, dan zat lain.
(Baca Juga: Punya Balita Harus Sering Diajak Berenang, Ini Alasannya!)
Bisa dibayangkan bila fungsi hati mengalami penurunan, maka akan timbul banyak masalah kesehatan. Menurut Dr. dr Andri Sanityoso SpPD-KGEH, 80% orang yang terkena obesitas mengalami perlemakan hati.
"Penumpukan sel lemak di hati kalau dibiarkan maka bisa jadi pengerasan hati atau sirosis. Sirosis ini bisa jadi kanker," ucapnya saat ditemui dalam sebuah acara, Senin (7/5/2018) di kawasan Jakarta Pusat.
Lebih lanjut dr Andri menjelaskan bila sudah ada penumpukan atau peningkatan sel lemak di hati maka mulai terjadi gangguan kerusakan hati.
(Baca Juga: 5 Makanan Pendamping ASI Pertama Paling Cocok untuk Bayi 6 Bulan)
"Perlemakan hati yang terus berlanjut lama-lama bisa terjadi fibrosis, pengerasan yang makin keras menyebabkan sirosis, dan lama-lama pre-cancer. Tapi prosesnya cukup lama 10-20 tahun," imbuhnya.
Untuk mencegah terjadinya sirosis hati, maka orang-orang yang mengalami obesitas perlu menjalani pemeriksaan fungsi hati. Sebab biasanya kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala. Malahan bila sudah timbul gejala mengindikasikan kondisinya sudah parah dan penanganannya bisa dikatakan terlambat.
"Begitu obesitas periksa fungsi liver, caranya dengan medical check-up karena semuanya bisa terdeteksi di situ. Bila ketahuan ada perlemakan hati maka harus segera diatasi," ujar dr Andri. Cara mengatasi perlemakan hati yang paling mudah tentu saja mendapatkan berat badan ideal.
Menerapkan pola hidup sehat dengan diet seimbang dan rutin aktivitas fisik bisa membantu. "Kalau obesitas bisa diatasi, kemudian kadar kolesterol normal, maka perlemakan hati akan berkurang," pungkas dr Andri.