APA yang akan Anda lakukan jika hanya memiliki uang sekira Rp58 ribu di kantong, tetapi orangtua bersikeras mengajak pergi keluar? Patut dicatat, nominal uang itu adalah sisa di dompet Anda hingga hari gajian berikutnya tiba.
Seorang wanita bernama Rizalyn E. Aguilos mengalami pergulatan batin tersebut. Ia hanya memiliki uang senilai 200 peso Filipina (setara Rp58 ribu) dan di saat bersamaan ibunya mengajak untuk pergi keluar. Ia sempat bingung tetapi akhirnya memilih untuk pergi menemani sang ibu.
“Ibu berkata, ‘Apakah kamu lelah nak? Ayo pergi keluar.’ Saat itu aku hanya memegang uang 200 peso dan akan menolaknya. Tetapi batin saya bersikeras untuk pergi,” tulis Rizalyn dalam akun Facebook pribadinya pada 21 April 2018.
(Baca Juga: David Beckham Hampir Teteskan Air Mata Dapat Kejutan Ini di Ulang Tahunnya ke-43)
Ia mengakui 200 peso adalah uang saku terakhir di dompetnya sampai hari gajian berikutnya. Tanpa pikir panjang, Rizalyn lantas bertanya apa yang ibunya mau ketika pergi keluar. Sang ibu hanya ingin keluar dan mendengarkan cerita putrinya itu.
“Aku kemudian berpikir, ‘Aku bisa makan di luar, masa tidak bisa memperlakukan ibu dengan baik? Aku bisa pergi dengan teman-teman, masa tidak bisa aku pergi sesaat dengan ibu?’” imbuh Rizalyn E. Aguilos.
Setelah merenung beberapa saat, perempuan itu akhirnya menemukan jawaban hidup. Ia mengatakan, seorang anak harus berterima kasih kepada orangtua. Sebab, mereka layak dibayar bahkan dengan cara terkecil yang bisa dilakukan seorang anak.
(Baca Juga: 5 Gambaran Miris Sebelum dan Setelah Menikah, Puas-puasin Masa Lajang dari Sekarang!)
“Teman Anda dapat sewaktu-waktu pergi, apakah mereka akan membelikan Anda sesuatu? Kau mengunggah foto pacarmu, tapi apa perlakuanmu kepada orangtua? Selalu sediakan waktu bagi orangtua, mereka layak untuk itu,” tukas Rizalyn.
Menutup tulisannya, Rizalyn mengimbau teman-temannya di Facebook untuk sekali-kali pergi bersama orangtua mereka, menyayangi mereka selagi masih ada. Sebab, orangtua adalah orang yang tidak pernah menyakiti dan meninggalkan anaknya.
Mau tahu apa yang akhirnya dibelikan oleh Rizalyn bagi ibunya? Ia membawa ibunya ke salah satu gerai makanan cepat saji dan membelikan secangkir kopi untuk menemani waktu berkualitas tersebut.