GELIAT semakin majunya industri fesyen Tanah Air, pada dasarnya bukan cuma bisa dilihat di Jakarta, sebagai Ibu Kota. Namun juga di kota-kota besar lainnya seperti di Surabaya.
Lewat gelaran Surabaya Fashion Parade (SFP) yang tahun ini sudah memasukin gelaran tahun ke-sebelas, bisa jadi salah satu indikasi bahwasanya desainer-desainer Tanah Air semakin menunjukkan karya mode hasil kombinasi antara idealisme dan juga tren yang bergulir.
Tahun ini, SFP 2018 kembali hadir dengan mengusung tema utama UN11TÉ, yang mana kata UN11TÉ berasal dari bahasa Perancis Unité yang berarti kesatuan dari berbagai unsur untuk menghasilkan sesuatu yang unik.
Secara garis besar, UN11TÉ menampilkan kebhinekaan Indonesia dengan beragam kebudayaan daerah tetapi tetap dalam satu kesatuan budaya nasional. Seperti tahun-tahun sebelumnya, SFP 2018 akan diselenggarakan selama 5 hari dari 2-6 Mei 2018 di Chamelleon Hall Tunjungan Plaza.
Baca Juga: Sering Mengalami Bau Mulut? Ini 5 Makanan yang Harus Kamu Hindari
Menariknya, gelaran pekan mode ini tidak hany menampilkan semata-semata pagelaran busana tetapi juga beragam lomba, talkshow, dan fashion exhibition. Sementara itu, puluhan desainer pun diketahui ikut serta dalam ajang SPF 2018 ini.
Mulai dari Novita Yunus, Deden Siswanto, Alphiana Chandrajani, RI Clothing, Interim Clothing, Jarit X Dru yang tergabung dalam tema konsep etnik, kemudian ada Cecilia Widjaja, Winarni Widjaja, Jeanie Tandra, Marley Heart, Yuliana Huang x Uniart, Alben Ayub Andal dengan mengusung tema cocktail, lalu tidak ketinggalan Raniah, Riris Ghofir, Dewi Nurshanti, Ajeng Cahyaning, Sanet Sabintang, Fiky Aisha, Eugeneffects, Neera Alatas, Fitri Aulia, Irma Intan, Sad Indah, Listya Dyan Rahayu, Elly Virgowati, Elva Fauqo, Tufiana, Laksmi, Belinda Ameliyah x Selvi Dania, Lia Siregar, Fahima Al Chatib dan Saffana yang nantinya akan membawakan karya koleksi rancangan busana Muslim dan modest wear.
Kemudian ada busana rancangan bertema party, yang akan diperlihatkan oleh sederet desainer, mulai dari Catherine Njoo, Arva School of Fashion x Kaynala by Susanna Andriyanto, Nafil Apim, Ira Agustine, Project merah Putih IFC Surabaya Ario Anindito, Mega Ma, Diana Putri dan Devy Ros. Lalu terakhir, ada Aldre, Yunita Kosasih, Stella Lewis, Bateeq, Phillip Iswardono, Agus Sunandar, Voravaj, Josephine Tan, Obib Nahrawi, Sonny Nagasurya dan Sofie yang disebutkan akan menampilkan rancangan busana urban dan avant garde.
Sementara itu, di dalam kesempatan yang sama ada pula kompetisi yang dilombakan selain Surabaya Model Search adalah Cipta Motif Batik Surabaya dan Surabaya Fashion Designer Award. Lomba-lomba ini diharapkan dapat memadukan antara kehidupan modern dengan nilai-nilai budaya yang melekat di Surabaya sehingga dapat diaplikasikan dalam busana sehari-hari.
Di lain sisi, gelaran ajang fesyen terbesar di Surabaya ini juga disebutkan oleh salah satu desainer senior, Dedem Siswanto sebagai pertanda bahwa semakin tahun kualitas desainer lokal bisa semakin baik.
"Bisa dibilang peningkatan kualitas, kita lihat di dua tahun ke belakang ini. Kurasi untuk para desainernya berbeda. Jadi bagaimana kita mengajak para desainer ini untuk menampilkan karyanya secara berbeda, punya storyline, atau misalnya disuguhkan dengan konsep teatrikal enggak melulu begitu-begitu saja. Jadi bisa dibilang sudah meningkat dari tahun ke tahun," papar Deden saat ditemui Okezone, Selasa (2/4/2018) di Surabaya.
Lebih lanjut Deden juga menambahkan, konsep panggung runway SPF tahun ini pun dihadirkan dengan sentuhan yang berbeda, yakni dengan konsep one sight, dan permainan instalasi modern, yang mana ditujukan agar bisa memberikan sebuah suguhan yang berbeda.
(Baca Juga: Kata Siapa Ilmuwan Tak Bisa Kaya? Ini Daftar 5 Ilmuwan Paling Tajir Sedunia)
"Ya konsep panggung yang lebih modern ini sendiri diharapkan bisa memberikan tawaran yang berbeda. Tidak cuma informasi soal fesyen, tapi juga membuat yang menyimak itu bisa menyimak dengan menarik, dan kita bisa mengedukasi lah," pungkasnya.