NAMA Jailolo masih terdengar cukup asing dibandingkan daerah lainnya, seperti Ternate dan Tidore yang sering disebutkan dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Padahal, Jailolo yang merupakan bagian dari Halmahera Barat memiliki cukup banyak keistimewaan dalam segi budaya dan alamnya.
Oleh karena keistimewaan yang dimiliki tersebut, Jailolo terpilih sebagai salah satu dari 100 Wonder Event yang ditentukan oleh Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk mengadakan Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2018. Pada FTJ yang kesepuluh ini, Dinas Pariwisata Halmahera Barat menargetkan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri sebanyak 6.000 kunjungan selama enam hari festival diadakan.
Baca juga: Pramudya Ananta Toer, Maestro Sastra yang Sangat Mencintai Keluarga
"Target Halmahera Barat untuk satu tahun diharapkan bisa menarik wisatawan sebanyak 35ribu kunjungan. Sementara, pada FTJ kali ini diharapkan bisa tarik wisatawan hingga 6.000 kunjungan selama enam hari festival diadakan," papar Fenny Kiat, Kepala Dinas Pariwisata Halmahera Barat, saat ditemui di Festival Teluk Jailolo, Jailolo, Halmahera Barat, Senin (30/4/2018).
Untuk mencapai target tersebut, Fenny mengungkapkan persiapan Festival Teluk Jailolo telah dilakukan sejak enam bulan lalu. Pihaknya telah menggelar rapat yang instensif dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Festival Teluk Jailolo 2018 digelar mulai 30 April 2018 hingga 5 Mei 2018 di Jailolo, Halmahera Barat, dan menampilkan pagelaran budaya, makanan, serta kesenian khas tiap suku di Halmahera Barat. Dalam FTJ yang diberi tema Pesona Kepulauan Rempah tersebut akan diikuti oleh tujuh suku yang berada di Jailolo, Halmahera Barat.
"Memang temanya Pesona Kepulauan Rempah, jadi kali ini stand budaya menampilkan suku asli yang ada di sini, nanti malam akan ada penampilan dari ritual adat dan kesenian budaya kearifan lokal dari 7 suku," imbuh Fenny.
Baca juga: Pramugari Cantik Asal Taiwan Ini Sedang Berlibur di Bali, Foto-Foto Seksinya Bikin Salah Fokus
Dari tujuh suku yang meramaikan Festival Teluk Jailolo 2018, masing-masing suku menampilkan kebudayaan, kesenian, dan keunikannya pada pengunjung dan wisatawan yang hadir dalam festival. Salah satu suku yang mengikuti rangkaian acara FTJ 2018 ialah Suku Sahu, yang direncanakan akan menampilkan ritual Orom Sasadu esok hari.
"Suku Sahu memiliki ritual Orom Sasadu, yang merupakan pesta makan adat suku Sahu pasca panen padi dan ladang, yang. Mereka laksanakan ritual itu sebagai bentuk rasa syukur," sambungnya.
Ritual Orom Sasadu akan dilakukan di meja taba yang dialasi daun pisang, dilakukan sesuai dengan adat aslinya, tidak menggunakan piring atau alat makan yang modern. Piring yang digunakan untuk makan terbuat dari anyaman dan gelas terbuat dari bambu. Nasi kambar merupakan salah satu menu dalam ritual yang dijadwalkan digelar pada Selasa, 1 Mei 2018, pukul 20.00 WIT.