Berasal dari sebuah negara mayoritas Muslim, Salah adalah seorang Muslim yang taat yang sering bersujud kepada Tuhan di lapangan setelah mencetak gol. Hal tersebut merupakan sebuah tren dalam olahraga yang pemain Mesir telah mulai sejak 2006 selama Piala Afrika di Mesir, yang kemudian dijuluki Prostrating Firaun.
Bulan lalu, penggemar Liverpool yang sedang bepergian di jalanan kota Portugis pada pertengahan minggu menyanyikan sebuah lagu baru, lagu hit tahun 90-an berjudul Good Enough oleh Dodgy dengan arti lirik "Jika dia mencetak beberapa lagi, maka saya akan Muslim juga!"
Masih dari sumber yang sama, sebuah laporan terbaru oleh Football Against Racism di Eropa (Fare) mengungkapkan keberhasilan bintang Liverpool Muslim Mohamed Salah telah secara signifikan mengurangi kejahatan kebencian dan ras di Liga Premier Inggris.
Salah bukanlah satu-satunya pemain Muslim di Liverpool dan Premier League. Tapi kehadirannya di Liverpool juga turut menyumbang perubahan terhadap pandangan masyarakat tentang Muslim di dunia ini.
(Renny Sundayani)