Untuk menanggulangi kepunahan kanguru tersebut, saat ini telah dibangun Taman Satwa Yamai Atib sebagai tempat penangkaran. Taman yang diinisiasi oleh Bupati Merauke Frederikus Gebze tersebut menangkar sebanyak 29 ekor.
“Jika ada masyarakat yang jual (kanguru buruan) kami siap terima. Kita beli dan coba ternak di sini. Kemarin dua sudah beranak,” katanya.
Tempat penangkaran mulai dibangun pada Agustus tahun lalu. Menurutnya, semua hewan masih dimiliki oleh bupati Merauke sebab untuk menjadikan taman satwa mini harus mengurus hingga ke pemerintah pusat. “Taman satwa ini sementara miliki pribadi Pak Bupati. Hewannya Pak Bupati. Tanahnya pemerintah. Karena tanah kosong, dibuat taman satwa mini di dalam kota. Saya bangga dengan Pak Bupati idenya brilian. Takut habis,” ucapnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merauke Daniel Pauta mengaku pemerintah daerah tengah mengusahakan untuk membuat penangkaran. Sebenarnya rencana ini sudah diinisiasi sejak lama, tapi belum mendapatkan lampu hijau dari Taman Nasional Wasur. “Dulu pengurusnya masih kaku. Nah, ini sedang kita usahakan,” katanya.
(Risna Nur Rahayu)