Terlalu Sering Konsumsi Makanan Kaleng Bisa Merusak Sistem Pencernaan

Dewi Kania, Jurnalis
Kamis 12 April 2018 11:32 WIB
Makanan kaleng (Foto: Crown Holdings)
Share :

MENGOLAH makanan kalengan memang mudah dan rasanya lezat. Tapi jika dikonsumsi dalam waktu yang sering bisa membahayakan sistem pencernaan.

Sebabnya, rata-rata makanan kalengan mengandung pengawet agar bisa tahan lama. Begitu juga prosesnya menggunakan suhu tinggi, yang bisa menghilangkan sebagian besar nutrisinya.

 BACA JUGA:

Dua Burung Afrika Menetas di Taman Safari Prigen

Sangat disayangkan jika Anda terlalu sering konsumsi makanan kaleng agar lebih praktis. Ternyata ada sejumlah risiko bahaya bagi kesehatan yang jarang diketahui seseorang.

Tapi tetap saja banyak produk kalengan yang digemari oleh banyak orang. Termasuk jagung, kornet, tuna, ikan makarel, asparagus, sosis, kacang-kacangan, bakso, ikan salmon, atau ayam sekalipun. Sebelum mengonsumsinya kembali, Anda harus berpikir dua kali terhadap dampaknya.

Karena sebuah tim peneliti telah memperingatkan bahwa makanan kaleng mengandung zinc oxide, yang dapat merusak sistem pencernaan Anda. Hal ini tentu bahayanya bisa muncul dalam jangka panjang.

Studi ini menunjukkan bahwa nanopartikel dari oksida seng yang ada di lapisan kaleng tertentu, bisa menjadi tempat berkembang biaknya mikroba. Belum lagi, ada tambahan pewarna makanan yang menghasilkan sulfur. Dampaknya negatif karena berpengaruh pada saluran pencernaan manusia.

Associate Professor di Universitas Binghamton di New York Gretchen Mahler mengatakan, nanopartikel zinc oxide (ZnO) pada dosis tertentu, bisa mengubah cara usus menyerap nutrisi. Lalu, pengaruhnya terhadap gen sel otot dan protein yang dicerna oleh usus.

"Bagi saluran pencernaan, ada perubahan sel dalam waktu cepat jika seseorang kerap makan produk kalengan," ujar Mahler, dilansir Zeenews, Kamis (12/4/2018).

Para peneliti menambahkan, nanopartikel dari makanan kaleng juga menyebabkan penurunan fungsi usus. Begitu juga, aliran darah ke usus jadi terganggu, karena ada gangguan metabolisme yang terjadi secara alamiah.

"Kami menunjukkan bahwa nanopartikel memang memiliki efek pada model in vitro. Lalu, pemahamannya mempengaruhi fungsi usus yang jelas mengganggu kesehatan konsumen," imbuh Mahler.

 BACA JUGA:

Keren! Bogor Menjadi Destinasi Golf Terbaik Se-Asia Pasifik

Karena dampak itu, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan kaleng jenis appaun. Sebaiknya olah makanan dari bahan baku yang baru, lalu disimpan dalam frezeer dan bisa tahan hingga waktu satu minggu.

(Dinno Baskoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya