BOJONEGORO - Bila Anda berkunjung ke Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tak ada salahnya mencoba kuliner bakso dengan beberapa varian rasa dan bentuk yang unik ini.
Ya warung Bakso Pita Pitu di pojok pertigaan deretan Pasar Banjarejo, Jalan Jaksa Agung Suprapto ini memiliki setidaknya 28 varian rasa bakso dan mie ayam.
Menurut Pemilik warung bakso, Eva Embun awalnya ia merintis usaha berdagang baksonya pada Agustus 2017 dengan dua jenis yakni bakso mangkok dan bakso jomblo.
"Seiring waktu kita terus berinovasi dan berkreasi dengan beberapa rasa dan bentuk yang unik. Ini karena ingin menarik pengunjung untuk datang. Salah satunya bakso durian," tutur Eva ditemui Okezone.
Salah satu yang menjadi khas dari warung bakso ini yakni pangsit yang dibentuk pita di setiap varian rasa dan bentuknya. Inilah yang membuat nama pita digunakan sebagai nama warung, sementara pitu berasal dari bahasa jawa yang berarti tujuh. Maksudnya harganya Rp 7 ribu alias dapat tergolong terjangkau.
Dari 28 varian item menu bakso yang tersaji, bakso durian dan bakso tulang rusuk menjadi andalan warung bakso ini.
Bakso durian sendiri merupakan varian bakso dengan buah durian di dalamnya. Ia mulai menjual bakso durian ini sejak Februari 2018 lalu. Sedangkan bakso tulang rusuk merupakan bakso spesial sebelum adanya bakso durian
Tak heran setiap harinya tak kurang 30 porsi per item bisa ludes terjual. Sedangkan jika akhir pekan meningkat menjadi 35 - 50 porsi per satu item baksonya.
(Baca Juga: Ini Foto-Foto saat Transgender Thailand Ikut Wajib Militer, Duh Kulitnya Bikin Iri!)
"Ya kita ada peningkatan drastis. Dulunya semua menu 70 porsi seharinya. Saat ini sehari per item saja 30 porsi tinggal kalikan ada 28 item menu bakso dan mie ayam," ujar perempuan 34 tahun ini.
Harganya yang murah, citra rasa yang enak, dan varian menu - menu baru yang unik menjadikan pelanggan terus berdatangan dari dan luar Bojonegoro. Bahkan beberapa pembeli dari Jakarta, Makasar, Kalimantan, Yogyakarta menyempatkan mampir ke warung di pojok Pasar Banjarejo ini.
Per menu bakso dan mie ayam misalnya Eva sang pemilik membanderol mulai harga Rp 7.000 sampai maksimal Rp 15.000. Bahkan dengan kocek Rp 13.000 anda sudah bisa melahap satu porsi bakso durian yang dijamin yummy enak.
Beberapa varian bakso seperti Bakso Pelangi cukup merogoh kocek Rp 10 ribu, bakso tulang rusuk yang dihargai Rp 13 ribu, Bakso Misteri Gunung Beranak alias bakso tumpeng dihargai dengan Rp 13.000.
Selain varian bakso dengan harga tersebut masih ada varian bakso seperti bakso bojo galak, bakso candi, bakso susi, bakso belahan jiwa, bakso devils iblis, bakso, bakso cute devils, bakso jamur, bakso jomblo dan beragam bakso lainnya yang dibanderol paling mahal Rp 15.000.
"Kita memang inginnya dapat dinikmati semua kalangan termasuk pasar menengah ke bawah jadi ya harganya memang kita buat murah. Yang penting tidak mengurangi citra rasanya," beber perempuan berkacamata ini.
Untuk memenuhi porsi bakso tersebut Eva setidaknya mendatangkan 25 - 30 kg daging sapi setiap hari Senin sampai Jum'at dan 35 kg jika memasuki akhir pekan.
Untuk buah durian yang menjadi varian menu andalan, ia mengambil dari durian lokal di Banyuwangi. Jika per 10 porsi dibutuhkan 1 buah durian, maka bila 35 porsi bakso durian ia membutuhkan suplai 3-4 durian per hari dan meningkat menjadi 4-5 durian pada akhir pekan.
Sedangkan untuk kebutuhan pangsit di setiap porsi bakso dan mie ayamnya, Eva harus menyiapkan setidaknya 750 bungkus per harinya dengan membutuhkan 15 bungkus, masing - masing bungkus terdiri dari 50 biji pangsit jadi yang dibentuk menjadi motif pita.
"Kendalanya memang kita di daging sapi dan buah duriannya. Durian misalkan, tidak sepanjang tahun berbuah, jadi kalau waktu tidak berbuah ya menggunakan durian frozen alias durian beku jadi tidak basi meski dipakai lama," terangnya, saat ditemui Kamis petang (12/4/2018).
Dirinya sebenarnya merencanakan akan menggunakan jenis durian lokal Bojonegoro, namun karena tak bisa sepanjang tahun stoknya ada membuat ia berpikir ulang.
"Kalau dari Banyuwangi itu lagi musim durian atau tidak tetap dipasok. Kalau tidak musim ya dipasok dalam bentuk beku. Kalau musimnya seperti ya enak mudah," lanjutnya.
Satu lagi keunggulan tempat ini, bila anda ingin membeli bakso Pita Pitu tapi malas keluar rumah atau di penginapan, tak perlu repot - repot, anda bisa memesannya dari rumah. Bila membeli minimal Rp 25 ribu maka anda bebas dikenakan ongkos kirim, namun bila membeli di bawah Rp 25 ribu. Anda akan dikenakan ongkos kirim berdasarkan jauh dekat tempat anda.
Ke depan menyambut bulan puasa dan Idul Fitri, warung yang dikelola bersama sang suami dibantu 8 pegawainya ini akan membuat menu bakso varian baru yakni bakso ketupat, bakso kurma, dan bakso salak.
"Khusus bakso kurma dan ketupat kita siapkan untuk jelang ramadhan dan lebaran Idul Fitri. Jadi di dalam bakso itu ada buah kurma, sementara yang ketupat bakso dimasukkan dalam ketupat," tandasnya.
Nah untuk bakso salak, Eva akan memasukkan bakso ke dalam buah salak yang banyak dibudidayakan masyarakat Bojonegoro. "Ya ini sesuai permintaan pelanggan. Kebetulan di Bojonegoro kan banyak buah salak, jadi kita akan coba untuk bakso di dalam buah salak itu," jelasnya.
Menarik bukan jadi referensi kuliner liburan anda di Bojonegoro? Eits tapi tunggu dulu catat dulu jam buka tiap hari kecuali libur pada hari Kamis minggu kedua di tiap bulannya.
Dan paling penting catat nih jam bukanya dari jam 10.00 WIB hingga 20.00 WIB. Oh ya satu lagi nih, pembeli pertama di hari itu akan mendapatkan mie ayam gratis satu porsi. Jadi jika anda mampir ke Bojonegoro wajib hukumnya mampir sejak pagi supaya mendapat mie ayam gratis dan tidak kehabisan bakso yang dijamin yummy namun tak membuat kantong anda kering.