BEBERAPA gerakan tari dan olahraga kerap menimbulkan kontraversi. Sebut saja olahraga yoga dan belly dance atau tari perut.
Yoga sendiri merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikirkan untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan.
Beberapa gerakan yoga bermanfaat untuk menyehatkan tubuh, seperti mengecilkan bagian tubuh tertentu dan melancarkan pernapasan. Secara umum orang yang berolahraga yoga menggunakan pakaian ketat. Sehingga terlihat ketat membentuk seluruh bagian tubuh.
Sementara itu, belly dance merupakan tarian yang berasal dari Timur Tengah. Jenis tarian ini memperlihatkan bagian perut untuk mendapat tekanan gerakan. Tari perut biasanya dilakukan secara individual dengan mengandalkan lenggokan batang tubuh.
Jenis olahraga dan seni tari ini beberapa kali dianggap tidak pantas dipertontonkan di depan khalayak sehingga sering diprotes oleh pihak tertentu. Lantas, apakah ada kaitannya antara gerakan dan visualisasi yoga dan belly dance yang terkandung unsur erotis?
Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya memahami arti kata erotis terlebih dahulu. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, erotis adalah kata yang mengandung makna sifat. Yaitu, berkenaan dengan sensasi seks yang menimbulkan rangsangan; bersifat merangsang nafsu berahi; dan berkenaan dengan nafsu berahi.
(Baca Juga: 5 Festival Telanjang di Seluruh Dunia yang Mengundang Perhatian)
Sementara itu, dilansir dari wikipedia, erotisisme adalah suatu bentuk estetika yang menjadikan dorongan seksual sebagai kajiannya. Dorongan seksual yang dimaksud adalah perasaan yang timbul yang membuat orang siap beraktivitas seksual. Ini bukanlah sekadar menggambarkan keadaan terangsang dan/atau antisipasi (melayani rangsangan), melainkan mencakup pula segala bentuk upaya atau bentuk representasi untuk membangkitkan perasaan-perasaan tersebut.
Berdasarkan paparan di atas, Psikolog Klinis Arrundina Puspita Dewi, M.Psi, Psikolog menjelaskan, beberapa pose yoga atau belly dance kan memang mengekspos bagian tubuh tertentu.
"Untuk yoga sendiri, yang fungsinya bagi kesehatan, stretching dengan pose 'tertentu' bisa membuat sebagian orang mempersepsikannya erotis. Tetapi kembali lagi bagaimana si individu tersebut mempersepsikan pose-pose yang dilakukan," jelas Dina kepada Okezone.
(Baca Juga: Cara Mudah Membentuk Otot Perut, Belly Dance!)
Ia memaparkan, persepsi seperti ini bisa muncul tergantung dari pengalaman yang dimiliki si individu itu, lalu dia mengasosiasikan pose yoga tersebut menjadi sesuatu hal yang erotis berdasarkan pengalamannya, ini juga termasuk dari hasil membaca konten seksual, melihat gambar, atau bahkan dari aktivitas seksual yang dilakukan.
"Yang jelas, bisa dikatakan erotis bila menimbulkan hasrat seksual ketika secara terus menerus seseorang yang melihat tidak bisa mengontrol dorongan seksualnya dan mendapatkan kepuasan saat atau setelah melihat aksi tersebut," terang psikolog alumnus Universitas Padjajaran ini.