Perempuan Bali Kuno Tidak Kenakan Bra sebagai Bukti Kejujuran, Penasaran Sejarahnya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Minggu 11 Maret 2018 06:00 WIB
Perempuan Bali tempo dulu (Foto: Net.Pretenkabinet Leiden)
Share :

Tidak bisa dipungkiri, kebiasaan ini merupakan bagian dari kepercayaan agama Hindu di Bali. Sesembahan yang dipakai untuk sembahyang biasanya dibawa dengan meletakkannya di atas kepala. Beban yang ditumpu kepala ini lah yang kemudian membuat payudara kencang alami.

Berjalannya waktu, tradisi ini semakin terkikis dan hingga akhirnya tidak ada lagi yang melakukan hal tersebut. Ada beberapa spekulasi yang beredar mengenai hal ini. Salah satunya adalah komentar turis domestik yang kurang nyaman dengan penampilan yang demikian.

Alhasil, pada 1990-an peraturan tersebut dihapuskan dan membuat tradisi ini sudah tidak lagi banyak terlihat di Bali.

Kembali ke pembahasan alasan kenapa sang perempuan Bali Kuno tidak mengenakan bra, ada kepercayaan pada masa itu di mana perempuan yang membiarkan setiap orang melihat bentuk payudaranya menandakan dirinya jujur.

Ada makna lainnya di mana si perempuan secara tidak langsung sengaja memperlihatkan payudaranya kepada setiap orang. Nah, meskipun begitu, itu malah dijadikan pembelajaran diri. Yang mana, ketika si perempuan bisa menjaga "barang mahal" tersebut, maka si perempuan dianggap hebat.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya