Selain itu, setiap penghuni apartemen dituntut dapat mandiri dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada, khususnya permasalahan personal terutama sindrom perasaan sepi (empty) karena tidak satu orang pun dapat ditemui atau diajak berkomunikasi di huniannya saat sedang menghadapi masalah.
“Oleh sebab itu, peran dari pengelola menjadi sangat penting untuk penyedia sarana untuk penghuni tetap dapat berinteraksi dan melakukan kegiatan sosial. Pengelola harus menyediakan ruang bagi penghuni untuk dapat berkumpul baik di ruang terbuka maupun menginisiasi kegiatan bersama,” tuturnya.
Peran pengelola apartemen sangat penting untuk menyediakan sarana untuk penghuni agar tetap dapat berinteraksi dan melakukan kegiatan sosial sekaligus menjalankan fungsi kontrol dan mendeteksi situasi apartemen yang berpotensi menimbulkan masalah.
Senada dengan Nirmanisa, Marketing Director Green Pramuka City Jeffry Yamin menuturkan penyediaan ruang-ruang bersosialisasi bagi penghuni hanya dapat diakomodasi oleh apartemen yang sejak awal didesain dengan konsep one stop living.
(Baca Juga: Hari Perempuan Internasional, Presiden Jokowi: Saatnya Perempuan Makin Aktif Berkarya)