WISATAWAN mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke berbagai lokasi wisata di Indonesia memiliki selera yang berbeda-beda. Maka sudah saatnya berbagai kebutuhan mereka tersedia di semua destinasi wisata.
Salah satu kebutuhan wisatawan adalah ketersediaan kuliner yang pas dengan selera atau pola hidup mereka. Seperti makanan halal dan vegetarian.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar), I Gde Pitana mengatakan, memang tidak ada atau bisa dikatakan 0 persen, wisatawan yang bertujuan datang ke Indonesia hanya untuk mencari makanan vegan. Tetapi, jika bicara berapa persen yang memerlukan, jumlahnya sangat tinggi.
"Contohnya di Bali, wisnus datang dari Eropa, China, Asia, India, dan Timur Tengah. Bagi wisnus ingin minum wine, makan steak, kami sediakan. Kemudian wisnus yang mencari makanan halal, juga tersedia. Maka, kami juga perlu menyediakan makanan vegan bagi mereka yang membutuhkan," ucap I Gde Pitana di Gedung Sapta Pesona, Selasa (6/3/2018).
(Baca Juga: Mulai Bakso, Sate hingga Rendang Nabati, 168 Jenis Menu Siap Manjakan Lidah Vegan & Vegetarian)
Berdasarkan hasil observasi, Kemenpar menemukan 80 persen wisatawan dari India membutuhkan makanan vegan saat berkunjung ke lokasi wisata di Indoesia. Kalau Indonesia bisa memenuhi, maka ini menjadi nilai lebih dan tidak menyulitkan mereka mencari makanan.
"Jumlah wisatawan dari India sekitar 500 ribu. Nah 80 persen dari mereka adalah vegan dan vegetarian. Berarti sekitar 80 persen dari 500 ribu adalah 400 ribu wisatawan yang membutuhkan makanan vegan. Itulah yang harus disediakan," ungkapnya.