“Keju mengandum asam lemak jenuh namun juga memiliki nutrisi yang berpotensi menguntungkan. Salah satunya adalah mengandung asam yang dapat mencegah penyumbatan arteri,” tulis para penulis.
Namun, mereka menambahkan, hingga saat ini belum terlalu jelas apakah konsumsi keju dalam jangka panjang dapat mempengaruhi perkembangan penyakit kardiovaskular.
Senada dengan penelitian di atas, studi terbaru yang dilakukan oleh Ian Givens selaku Guru Besar Nutrisi dan Gizi dari Reading University memiliki hasil penelitiannya yang kurang lebih sama seperti yang dilakukan oleh para peneliti asal Soochow University. Ia sepakat bahwa kalsium yang terdapat pada produk dairy seperti keju memiliki peran penting dalam mengurangi lemak di dalam tubuh.
“Makanan ini tampaknya sangat berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung, stroke, termasuk penyakit diabetes tipe 2. Saat ini kami sedang melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah yogurt juga memiliki manfaat yang sama, karena setiap hari kita menghadapi 700 kasus baru. Namun satu yang pasti, unsur terpenting dalam keju tampaknya memiliki hubungan erat antara kalsium dan lemak,” tukas Ian kepada The Express.
(Helmi Ade Saputra)