Epilepsi
Pada tahun 2017 peneliti menemukan bahwa senyawa ganja yang disebut cannabidiol efektif untuk mengurangi kejang pada anak-anak dengan sindrom Dravet, yang merupakan bentuk epilepsi langka.
Namun, penelitian tersebut juga menemukan tingkat efek samping yang tinggi terkait dengan cannabidiol. Lebih dari 9 dari 10 anak diobati dengan cannabidiol mengalami efek samping - paling sering muntah, kelelahan dan demam.
Selain itu ganja juga memiliki efek yang buruk terhadap kesehatan. Berikut uraiannya:
Masalah kesehatan mental
Penggunaan ganja harian diyakini memperburuk gejala gangguan bipolar yang ada di antara orang-orang yang memiliki masalah kesehatan mental ini. Penggunaan ganja cenderung meningkatkan risiko psikosis termasuk skizofrenia.
Kanker testis
Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan ganja dan peningkatan risiko pada sebagian besar kanker, National Academies of Sciences menemukan beberapa bukti yang menunjukkan adanya peningkatan risiko subtipe seminoma yang tumbuh dengan lambat dari kanker testis.
BACA JUGA:
Penyakit pernapasan
Merokok ganja secara teratur dapat meningkatkan risiko batuk kronis, memperburuk fungsi paru-paru atau meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronik atau asma .
Meskipun sudah banyak penemuan tentang ganja tapi untuk sekarang dunia kesehatan belum mau menjadikan ganja sebagai obat karena barang ini masih termasuk ilegal dan diharamkan oleh pemerintah.
Untuk Anda jangan pernah mencoba obat baru apapun, konsultasi dulu dengan dokter karena setiap obat past memiliki efek sampingnya sendiri.
(Santi Andriani)