BELANJA sayuran menjadi sebuah rutinitas yang biasanya dilakukan oleh perempuan dan orang-orang yang berkegiatan di dapur. Setiap orang memiliki kebiasaan belanjanya masing-masing, seperti belanja di pasar tradisional, pasar modern, hingga pasar swalayan.
Bagi masyarakat perkotaan atau kaum urban, tentu sebagian besar lebih memilih untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dan sayuran di pasar swalayan. Alasannya utama biasanya karena lebih nyaman berbelanja di pasar swalayan dibanding dengan di pasar tradisional. Selain itu, di pasar swalayan pengunjung bisa sekalian membeli kebutuhan rumah lainnya.
BACA JUGA:
Namun, pernahkah Anda berpikir jenis sayuran apa saja yang akhirnya bisa dilihat dan dibeli oleh pengunjung? Ternyata menurut pengakuan seorang CEO, yang bekerja di sebuah pasar swalayan ternama di Jakarta, tidak semua sayuran bisa dijual dan harus melewati proses ketat hingga akhirnya bisa dibeli oleh pelanggan.
“Tidak semua jenis sayuran bisa masuk ke etalase. Sebelum bisa masuk dan ditaruh di etalase, sayuran-sayuran disortir terlebih dahulu,” ucap Sintia Kolonas, CEO The Foodhall, ketika diwawancarai awak media, Senin (12/2/2018).
Lebih lanjut, Sintia juga menuturkan pihak swalayan harus jeli dan teliti melihat sayuran yang segar. Sementara, sayuran yang tidak segar biasanya akan disingkirkan dan tidak masuk dalam etalase toko.
“Jadi, kalau sudah seharian kan biasanya sayuran sudah tidak bagus, jadi harus disingkirkan, dibuang. Sayuran harus selalu diawasi kualitasnya,” imbuhnya.