Sejak awal daging yang digunakan hanya sapi lokal atau sapi Jawa. Daging yang digunakan adalah daging segar, bukan daging yang disimpan di kulkas.
Biasanya dinihari, karyawan Soto Pak Sholeh akan datang ke tempat penyembelihan untuk membeli daging sapi yang masih segar. "Kalau menggunakan daging yang sudah dimasukan kulkas, rasa kuahnya sepo atau hambar. Jadi sejak dulu kami menggunakan daging yang masih segar," kata Siti Rofi'ah.
Bumbu yang digunakan tidak berbeda dengan soto-soto lain yaitu bawang merah, bawang putih, merica, jahe. Untuk membuah kuah, biasanya menggunakan daging dan tulang.
Tidak ada Menu Perkedel
Di Soto Pak Sholeh, tidak ditemukan menu pelengkap perkedel. Menu pelengkap pokok hanya otak, paru, daging atau empal, lidah bacem. "Perkedel tidak cocok dinikmati dengan soto sapi," kata Siti Rofi'ah. Ia juga tidak menggunakan soun. Menurutnya Soun hanya cocok untuk soto yang berkuah santan.