Di penelitian ini, dibentuk empat situasi yang berbeda. Yaitu, ibu melahirkan sendirian, di ruangan yang sama tapi tidak menyentuh pasangan, sambil memegang tangan pasangan mereka, dan ibu yang memegang tangan orang asing.
Untuk kasus memegang tangan pasangan sendiri, peneliti menemukan, secara signifikan aktivitas itu bisa mengurangi rasa sakit yang dialami wanita, sesuai dengan penilaian mereka sendiri, sementara sentuhan orang asing, atau kehadiran pasangan hanya sedikit membantu.
BACA JUGA:
Sementara itu, para peneliti CU juga mengukur tingkat empati pasangan laki-laki. Semakin dekat mereka menilai rasa sakit pasangan mereka terhadap apa yang dialami wanita, mereka dianggap semakin empati. Nah, semakin empati laki-laki itu menjadi pasangan wanita mereka, semakin lega para wanita untuk mau memegang tangan pasangannya.
(Dinno Baskoro)