PERNAHKAH terlintas di benak Anda, mengapa racikan teh di Indonesia memiliki aroma melati yang sangat khas? Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Okezone, ternyata ada alasan khusus dibalik penggunaan bunga melati pada racikan teh.
Berdasarkan sejarahnya, tanaman melati pada teh sebetulnya telah ada sejak abad ke-3 dan pertama kali diperkenalkan China dari Persia. Di China, tanaman melati memang sengaja dibudidayakan untuk teh dan ditanam khusus di kawasan pegunungan, tepatnya di Provinsi Fujian.
Bunga ini akan dipanen pada musim semi, lalu disimpan hingga awal musim panas ketika bunga melati segar sedang berbunga. Bunga tersebut kemudian akan dipetik di pagi hari, ketika kelopak bunga kecil tertutup rapat.
Proses Penyajian Teh di China yang Panjang hingga Dimanfaatkan sebagai Strategi Perang
Setelah itu, suhu bunga akan dijaga agar tetap dingin sampai matahari terbenam. Saat sore ketika kelopak bunga melati mulai terbuka, teh dicampur dengan bunga melati dan kemudian disimpan semalam.
Pada malam hari, bunga melati yang sedang mekar akan terbuka dan melepaskan aroma wangi mereka ke dalam teh. Dibutuhkan empat jam atau lebih untuk teh menyerap aroma dan rasa dari bunga melati, proses ini dapat diulangi sebanyak enam atau tujuh kali. Teh menyerap kelembaban dari bunga melati segar sehingga teh tersebut harus dipanaskan untuk mencegah pembusukan.