Wabah Hitam yang Renggut 25 Juta Nyawa di Eropa Ternyata Bukan Ditularkan oleh Tikus

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Jum'at 19 Januari 2018 14:51 WIB
Ilustrasi
Share :

Dia menambahkan bahwa pemahaman sebaik mungkin tentang yang terjadi selama epidemi akan berguna untuk mengurangi angka kematian di masa mendatang mengingat wabah ini masih endemik di beberapa negara di Asia, Afrika, Amerika, maupun di 'tempat-tempat kubangan air' yang terinfeksi tikus.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, dari tahun 2010 sampai 2015 terdapat 584 kematian dari 3.248 kasus pes yang dilaporkan di seluruh dunia.

Dan pada tahun 2001, sebuah studi mengungkap genom wabah menggunakan bakteri yang berasal dari dokter hewan di AS yang meninggal tahun 1992 karena digigit seekor kucing yang penuh wabah saat ia berusaha menyelamatkan kucing itu dari kolong rumah.

"Penelitian kami menyebutkan bahwa untuk mencegah penyebaran wabah tersebut, aspek kebersihan di masa yang akan datang sangat penting diperhatikan," kata Prof Stenseth.

"Penelitian ini juga menunjukkan bahwa jika Anda sakit, Anda seharusnya tidak berhubungan dengan terlalu banyak orang. Jadi jika Anda sakit, Anda harus tetap tinggal di rumah."

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya