KETIKA Anda pertama kali mendengar kata kantin sekolah, apa yang ada di benak Anda? Warung makan berjejer di mana di bagian depannya diletakkan meja dan kursi panjang untuk para murid duduk dan menikmati makanannya saat jam sitrirahat, bukan?
Tapi, apa jadinya kalau tidak hanya para murid yang duduk di kursi itu, tetapi juga dipenuhi oleh para orangtua yang sengaja datang ke sekolah dan memanjakan anaknya di jam istrirahat dan memenuhi kursi kantin yang sebetulnya menjadi hak semua murid?
Bahkan, dampak dari kejadian itu adalah adanya murid yang tidak kebagian tempat duduk dan mengharuskan dia makan sambil berdiri atau duduk di lantai sambil menikmati makan siangnya. Menyedihkan bukan?
BACA JUGA:
Namun, begitulah yang terjadi di Malaysia. Dikabarkan Asia One, foto siswa makan di lantai kantin sekolah sedang menjadi buah bibir netizen di media sosial. Anak tersebut terlihat sangat melas sambil memakan makanannya yang dia pegang sendiri dan dia duduk di lantai sementara banyak orang lalu lalang di depannya.
Foto ini pertama kali disebarkan oleh gurunya sendiri yang bernama Mohd Fadli. Dia membagikannya melalui jejarng Facebook. Bahkan, di status yang dibuat Fadli, tidak hanya bocah laki-laki itu yang makannnya di lantai, melainkan ada beberapa lainnya.
Fadli juga melengkapi statusnya dengan penampakan kantin secara keseluruhan di mana memag terlihat jelas bahwa banyak orangtua yang ikut duduk di kursi kantin. Ada yang meemani anaknya makan. Menyuapi anaknya, atau sekadar duduk santai melihat tingkah bocah di jam istirahat.
“Kursi kantin adalah hak semua murid. Di sana para murid duduk dan mengonsumsi makanannya. Bukan malah orangtua yang duduki, merampas hak murid lain yang memang harusnya berada di sana,” tulis Fadli di statusnya.
Mohd Fadli mengatakan kepada mStar Online bahwa peraturan umum di sekolah adalah orang tua tidak diijinkan duduk di kursi kantin kecuali ada tempat duduk berlebih. "Beberapa sekolah memberi izin kepada orang tua untuk menemani anak mereka di awal masa sekolah, termasuk menghabiskan waktu istirahat bersama mereka," katanya.
Dia mengatakan hal ini bisa dimengerti karena anak-anak mereka mungkin tidak terbiasa membeli makanan, menghitung biaya makannya, dan perubahan yang akan diterima.
Menurut Mohd Fadli, peraturan ini diinformasikan kepada orang tua selama sesi orientasi tapi beberapa telah "mengabaikannya". Dia mengatakan masalah muncul saat orang tua memutuskan untuk duduk di bangku kantin yang dimaksudkan untuk siswa.
BACA JUGA:
Dia mengatakan bahwa siswa lain akan kehilangan tempat duduk dan makan, bahkan mungkin kelaparan. Dia mendesak orang tua untuk menghormati peraturan sekolah dan lebih memperhatikan siswa lain.
"Orang tua, bayangkan anak-anak Anda tidak bisa makan saat istirahat. Anak-anak pulang dari sekolah sambil mengeluh bahwa mereka lapar karena kursi kantin penuh karena mengunjungi orang tua," tuturnya. "Tentunya Anda akan marah dan sedih, kan? Itulah yang Anda rasakan, dan itulah yang dirasakan oleh siswa lain saat mereka merasa kelaparan," tambah Mohd Fadli. "Jika sudah ramai, jangan duduk, hanya berdiri di dekat meja sudah cukup," tambahnya.