JAKARTA - Pernahkah Anda mengalami putus cinta, penolakan dalam lingkungan sosial, atau bahkan kehilangan seseorang yang sangat Anda sayangi? Saat mengalami peristiwa tersebut, tentu Anda akan merasa sedih, terluka, atau bahkan patah hati. Patah hati merupakan suatu hal yang bersifat emosional. Namun, mengapa saat Anda patah hati, Anda juga merasa sakit secara fisik? Bukankah fisik dan psikis berbeda?
Dilansir dari hellosehat.com, ketika mengalami penolakan atau mengalami perpisahan dengan orang yang berarti, setiap orang akan mengalami rasa sakit atau luka yang bersifat psikologis. Saat mengalami perpisahan, ada berbagai reaksi yang bisa muncul. Mulai dari rasa tidak percaya, sedih, menangis, hingga perasaan marah dan kesepian.
Selain merasakan kesedihan, patah hati dan perpisahan juga dapat menimbulkan beberapa keluhan fisik. Misalnya perasaan sesak pada dada, sakit perut, rasa kering pada bibir, dan lemas seperti tidak bertenaga.
Apa yang terjadi pada otak saat kita patah hati?
Perasaan sedih dan kehilangan dapat mengaktifkan beberapa bagian pada otak manusia. Ketika Anda merasa sedih dan patah hati, maka aktivitas pada bagian otak kita yang disebut dengan anterior cingulate cortex – disingkat ACC – akan meningkat. Perasaan tersingkir dari lingkungan sosial, kepercayaan diri yang rendah, dan penolakan juga akan memicu aktivitas ACC, terutama pada bagian belakang ACC.