APA yang terlintas di benak Anda ketika melihat bayi atau balita dengan pipi gempil dan badan yang gemuk? Mungkin Anda akan berseru, “Aduh lucunya”. Seruan itu sebenarnya secara tidak langsung menyelipkan rasa bangga di hati orangtuanya. Hal inilah yang kadang membuat orangtua berusaha mempertahankan kelucuan anaknya.
Beberapa orangtua mungkin memilih untuk terus memberikan anaknya makan agar berat badan anaknya tidak turun. Hal itu memanglah tidak masalah mengingat anak membutuhkan banyak nutrisi dalam masa pertumbuhan. Apalagi biasanya balita tergolong aktif sehingga membutuhkan banyak energi untuk beraktivitas.
Akan menjadi masalah apabila orangtua terlalu banyak memberikan makanan kepada anak sehingga ia menjadi kelebihan nutrisi. Di Indonesia kasus kelebihan gizi menjadi masalah yang sering ditemui pada anak-anak. Berdasarkan data yang didapat pada 2013, lebih dari 10% anak di Indonesia mengalami kelebihan berat badan dan sebanyak 8,8% terkena obesitas.
Sebagian besar kasus obesitas pada anak murni dikarenakan kelebihan nutrisi. Anak seringkali mengonsumsi makanan yang lebih banyak dari seharusnya. Hal itu membuat energi yang masuk lebih banyak dibandingkan yang keluar. Apabila hal ini terus berlanjut terus menerus tentu akan membahayakan kehidupan anak di masa depan. Tidak menutup kemungkinan anak mudah terkena penyakit degeneratif seperti jantung koroner, hipertensi, dan diabetes mellitus tipe 2.
Baca Juga:
Mengutip Healthline, Minggu (7/1/2017), salah satu faktor anak menjadi gemuk atau obesitas karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang kandungan gula dan lemaknya tinggi. Sebagai contoh, anak lebih senang mengonsumsi makanan cepat saji, makanan beku, permen, camilan asin, dan minuman ringan. Belum lagi jika anak tersebut malas bergerak. Tidak bisa dipungkiri sekarang ini anak lebih tertarik untuk bermain gawai dibanding beraktivitas di luar ruangan bersama teman-temannya.
Apabila berat badan anak Anda lebih besar dibandingkan teman-teman sebayanya, Anda harus cepat melakukan tindakan. Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menerapkan pola makan diet seimbang. Perbanyaklah konsumsi sayur dan buah pada anak karena kandungan seratnya lebih tinggi. Selain itu, batasi asupan camilan tidak sehat pada anak dan ajak mereka untuk beraktivitas di luar ruangan.
(Utami Evi Riyani)