UNTUK menjaga kesehatan pencernaan, terutama usus, biasanya seseorang akan mengonsumsi makanan sumber probiotik. Namun, ternyata makanan kaya probiotik mempunyai manfaat lain yang tak disangka.
Selain menjaga kesehatan usus, konsumsi sumber makanan probiotik seperti yoghurt dapat mencegah depresi. Kenapa bisa demikian ya?
Probiotik merupakan kumpulan bakteri hidup baik yang mampu hidup di sistem pencernaan. Bakteri ini membawa banyak kebaikan bagi sistem pencernaan.
Studi dilakukan pada tikus yang hidup bergantung pada makanan berlemak yang mengembangkan perilaku yang serupa dengan depresi. Sementara tikus yang menerima air minum yang diperkaya probiotik, perilaku mereka biasa saja.
Selanjutnya, tikus yang tidak menerima probiotik mengalami peningkatan jumlah sel darah putih di jaringan otak. Ini bisa menjadi pertanda peradangan kronis, yang juga terlihat pada jaringan lemak dan hati. Masalah ini umum terjadi pada orang yang kelebihan berat badan dan penderita diabetes.
Sebaliknya, sel-sel ini ditemukan menurun di otak tikus dengan probiotik dalam air minumnya. Sangat mungkin pula, sumber probiotik dapat menjaga sistem kekebalan tubuh.
"Dalam penelitian ini, tikus mengimbangi konsekuensi diet berlemak dengan bantuan probiotik, sehingga mereka setara dengan kelompok tikus yang dikontrol," ujar Anders Abildgaard, seorang peneliti di Aarhus University di Denmark.
Menariknya, sumber makanan probiotik yang Bermanfaat untuk kesehatan usus, kini juga dikenal untuk membantu mencegah depresi. Fungsi probiotik juga sangat mempengaruhi otak sepanjang hari.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Brain, Behavior, and Immunity, tikus dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi makanan ekstra lemak dan rendah serat. Sementara kelompok lainnya meminum air dengan sumber probiotik.
Baca Juga:
Setelah 12 minggu, para peneliti mengamati bahwa tikus yang tidak konsumsi sumber probiotik sama sekali, akan berperilaku cenderung depresi. Ada kemungkinan hasil studi ini berlaku pada manusia.
"Ada kemungkinan untuk membayangkan beberapa orang yang menderita depresi bisa memanfaatkan sumber makanan kaya probiotik untuk mencegah," simpul Abildgaard, dikutip Zeenews, Selasa (2/1/2018).
(Helmi Ade Saputra)