JUMLAH kecelakaan yang terjadi di jalan tambah lama meningkat jumlahnya. Karenanya masyarakat harus berhati-hati dalam mencegah kasus tersebut.
Penyebabnya meski kita sudah berhati-hati di jalan raya, kecelakaan bahkan tak terhindar akibat orang lain tidak hati-hati. Maka Anda disarankan selalu waspada demi menjaga keselamatan di jalan raya.
Direktur Utama Siloam Hospitals Simatupang, dr Danny Widjaja, MM mengungkapkan, dominan kasus kecelakaan kerja yang banyak dihadapi oleh masyarakat yakni di jalan raya. Tanpa diduga banyak pekerja mendapatkan musibah kecelakaan lalu lintas tersebut.
BACA JUGA:
"Kecelakaan lalu lintas saat pekerja berangkat atau pulang dari pekerjaan. Ada pula kasus kecelakaan bekerja yang terjadi saat tengah malam. Karena itu kami selalu siap dan ready on call," kata Danny saat ditemui Okezone di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2017).
Di lain kesempatan, Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F Moeloek SpM(K) mengatakan, karena banyaknya kecelakaan yang tak terduga. Pasien sangat membutuhkan pertolongan yang cepat supaya selamat nyawanya.
Sebelum terjadi kecelakaan, dia mengimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati di jalan raya. Kesiapan para petugas di jalan raya juga menjadi kunci keselamatan banyak pengguna jalan.
"Kecelakaan kita jumlahnya tambah tinggi, setahun bisa 26.000 orang yang mengalami. Kami sekarang baru sadar supaya masyarakat harus berkendara aman," terang Menkes Nila.
Para pasien akibat kecelakaan lalu lintas paling butuh banyak kantung darah. Sayangnya, kondisi pendonor darah Kian menipis, sementara jumlah darah yang harus keluar jumlahnya meningkat.
"Jangan sampai kecelakaan, makanya orang harus disiplin di jalan raya," bebernya.
Di samping kantung darah, pasien kecelakaan harus ditolong di trauma center segera. Para petugas medis juga harus sigap menolong agar pasien terselamatkan.
BACA JUGA:
"Kami siap menjaga alur komunikasi saat kejadian kecelakaan hingga pasien itu layak kembali bekerja. Kedua dalam fasilitas guna menghadapi kejadian kecelakaan kerja," pungkas Danny ramah.
(Dinno Baskoro)