20 Ramuan Tradisional Banjar, Manjur Obati Sakit Gigi hingga Bisul

, Jurnalis
Senin 18 Desember 2017 04:17 WIB
Share :

11. Kurap-sejenis penyakit kulit, selagi belum parah untuk penyembuhan bisa menggunakan daun "gulinggang" (daun tapak babi) dengan menggosok-gosokan ke kulit tersebut secara rutin minimal satu kali dalam sehari, akan lebih baik bila sering atau jika ada kesempatan guna percepatan pulih kembali.

12. Kayap, sejenis penyakit kulit basah dan terasa perih. Penyembuhan bisa menggunakan tahi (kotoran) cacing. Tetapi alternatif yang cukup bagus yaitu buah jagung mentan yang diparut, kemudian "kasaikan" (uleskan) ke kulit yang kena kayap tersebut. Insya Allah proses penyembuhannya cepat.

13. Gula darah atau kencing manis, kalau pendekatan ilmu medis mungkin untuk pengobatan minum rebusan isolen. Tetapi obat tradisional urang Banjar Kalsel pada umumnya, antara lain daun bungur, daun kopi dan kulit pohon tandui.

Kesemua obat atau ramuan tradisional itu cara penggunaan direbus terlebih dahulu baru diminum. Meminum harus rutin setiap hari dengan lama tergantung tingkat keparahan. Misalnya kalau belum parah atau sebatas baru indikasi, mungkin cukup sekali sehari sebanyak 300 ml dengan tempo tidak sampai satu tahun.

Pohon tandui (tandui sp) termasuk tumbuhan hutan Meratus yang belakangan tergolong langka dan terancam punah. Bentuk dan daging buahnya seperti mangga, tetapi masak sekali pun rasanya tetap asam, tak ada rasa manis kecuali dikasih gula merah.

14. Sakit pinggang biasa, bukan karena terjatuh atau keseleo, untuk penyembuhan bisa mengonsumsi sayur umbut "walatung" (rotan ukuran besar). Gangan (gulai) walatung salah satu kuliner khas masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng).

Selain itu, meminum rebusan kulit kayu alaban, termasuk tumbuhan Meratus. Sebagaimana orang-orang Banjar daerah hulu sungai Kalsel dalam berladang selalu meminum rebusan kulit kayu alaban sehingga terhindar dari penyakit pinggang.

15. Batuk, kalau belum parah atau masih batuk ringan, penyembuhan antara lain, cukup minum jeruk nipis campur madu atau kecap asin, minum asam kamal/asam jawa campu sedikit garam, minum bunga belimbing tunjung (belimbing buluh/sayur).

Selain itu, uleskan "limau amas" (jeruk emas) di leher hingga dekat dada. Limau amas pohonnya berduri dan buahnya bentuk kecil berdiameter sekitar lima milimeter, bila masak berwarna merah.

16. Maag, yang konon karena kebanyak asam lambung yang menjadi penyebab. Untuk pengobatan tradisional cukup sederhana, antara lain dengan mengonsumsi pisang awa, baik yang mentah maupun masak.

Bisa pula dengan mengonsumsi pisang manggala. Pisang ini penuh biji sehingga untuk dimakan kurang enak, karena juga rasa kalat (sepat), kecuali untuk campurang rujak serta gangan keladi. Fungsi pisang manggala bisa menghilangkan rasa gatal keladi yang disayur.

17. Kena penyakit kuning atau gejala liver, pencegahan atau pengobatan dengan memimun seduhan "janar" (kunyit), temulawak, dan kayu kuning. Kayu kuning tumbuhan hutan yang berambat.

18. Bisul: supaya cepat pecah dan buat pengobatannya secara tradisional urang Banjar Kalsel tempo dulu menggunakan getah pohon lua. Fungsi getah lua seperti etiol. Pohan lua umumnya tumbuh dan berkembang di tepi-tepi sungai, buah seperti buah tin (buah tin = buah timur tengah, dan diabadikan dalam Al Qur'an).

19. Minyak kayu " ulin" (kayu besi bisa untuk menumbuhkan dan penyubur rambut. Ulin merupakan primadona kayu-kayuan/pepohonan kawasan Meratus.

20. Daun jarak (jarak pagar) dapat membantu percepatan buang angin "keluar angin" bagi orang yang baru operasi. Kan ketentuan kedokteran tempo dulu, seseorang sehabis operasi tidak boleh makan minum, kecuali sudah kentut. Sedangkan masa tunggu untuk keluar kentut itu relatif lama sehingga cukup membosankan bagi pasien.

Cara penggunaan, daun jarang itu "dihaling" (dipanaskan) ke api (bisa lilin dan lampu teplok), kemudian letakan di punggung sebanyak tiga kali. Insya Allah tidak sampai satu jam bisa buang angin alias kentut.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya