MENDENGAR nama pulau yang satu ini mungkin Anda akan merasa asing. Bagaimana tidak, meskipun berada di dekat Indonesia, tapi nama Palau masih belum banyak diketahui oleh traveler asli Tanah Air.
Namun, soal keindahan tidak boleh Anda sepelekan. Pasalnya, Palau telah dianggap sebagai salah satu lokasi menyelam terbaik di dunia. Untuk itu, tidaklah mengherankan lagi jika belakangan ini jumlah pengunjung pulau tersebut membeludak.
Dengan mayoritas pelancong berasal dari Negeri Tiongkok, pesona Palau yang lokasinya tidak terlalu besar itu tetap saja berhasil menghipnotis pengunjungnya. Tapi, sayangnya tidak semua pengunjung sadar akan kebersihan, dan kelestarian lingkungan, hingga banyak infrastruktur, serta lingkungan Palau yang ternodai oleh turis-turis mancanegara.
Melansir dari AFP, Selasa (12/12/2017), pengunjung yang berminat untuk menjamah Palau diwajibkan untuk menandatangani sebuah perjanjian terlebih dahulu. Perjanjian tersebut berisi sebuah kesepakatan untuk menjaga, dan menghormati lingkungan, yang diharapkan dapat menjaga kelestarian ekologi Pulau Palau.
(Foto: Freemalaysiatoday)
Masih dari sumber yang sama, Pulau Palau bahkan diklaim sebagai pulau pertama di dunia yang memiliki peraturan seperti itu, dan mengharuskan pengunjung untuk menandatanganinya saat tiba di negara tersebut. Pulau yang terletak di Pasifik barat, berdekatan dengan Australia, dan Jepang ini memiliki pesona yang tiada tara, yang harus dijaga oleh setiap pengunjung.
"Saya membuat janji ini sebagai tamu di negara Anda, untuk melindungi, dan melestarikan pulau Anda yang indah. Saya berjanji untuk mengeksplorasi dengan baik, dan bersikap bijak" begitu bunyi dari sebagian isi kesepakatan.
Ketika Anda tiba di Palau, Anda akan disambut dengan air lautnya yang jernih, terumbu karang yang masih asli, dan kehidupan bawah lautnya yang indah, dan melimpah. Selain menjadi lokasi menyelam terbaik, Palau juga dianggap sebagai tujuan wisata yang istimewa di mata kalangan traveler dunia yang telah menginjakkan kaki di sana.
Baca Juga:
"Konservasi merupakan jantung budaya kita. Kita mengandalkan lingkungan untuk bertahan hidup, dan jika negara kita hilang karena degradasi lingkungan, maka kita akan menjadi generasi terakhir yang menikmati keindahan lingkungan, dan keanekaragaman hayati yang ada sekarang," ucap salah seorang pejabat.
Membeludaknya wisatawan yang datang berkunjung ke Palau belakangan ini mencapai angka 150ribu wisatawan pada tahun lalu, yang naik 70persen pada 2010 silam. Selain karena jumlah pengunjung yang semakin meningkat, kerusakan lingkungan seperti penangkapan kura-kura oleh pengunjung juga menjadi hal yang membuat masyarakat asli Palau jengkel, hingga pemerintah mengeluarkan kesepakatan untuk para pengunjung.