Difteri Mewabah, Anggapan "Anti-Vaksin" Merugikan Banyak Orang

Dewi Kania, Jurnalis
Senin 11 Desember 2017 15:30 WIB
Ilustrasi vaksin (Foto: Thebeijinger)
Share :

Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F Moeloek SpM(K) mengomentari orang-orang anti-vaksin. Menurut dia, hal tersebut bisa merugikan orang lain karena rentan menularkan penyakit.

"Kalau orang anti-vaksin yang terkena dirinya sendiri, apa yang terjadi kalau sampai meninggal dunia itu urusan dia. Tapi kalau anak dan keluarganya yang kena bisa menularkan ke orang lain," ujar Menkes Nila saat ditemui di Jakarta Utara, Senin (11/12/2017).

Belum lagi kerugiannya bisa menularkan ke tenaga kesehatan. Hal ini sangat riskan dan sebaiknya dicegah. Sehingga banyak pihak yang dirugikan karena kejadian ini.

Berkali-kali Menkes Nila mengingatkan kepada orangtua agar mau mengimunisasi anaknya. Dalam pencegahan wabah difteri supaya tidak meluas, anak-anak 1-<19 tahun wajib mendapatkan vaksin DPT atau TD ulang.

Pemerintah menggelar Outbreak Respond Immunization (ORI) serentak di tiga wilayah suspect KLB difteri di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya