Jangan Malu Deteksi Dini HIV untuk Kurangi Pasien Meninggal Dunia

Dewi Kania, Jurnalis
Rabu 06 Desember 2017 12:56 WIB
Deteksi dini virus HIV (Foto:Popmagazine)
Share :

 

HIV menjadi satu penyakit yang harus diwaspadai oleh sekelompok orang, seperti pekerja seks dan bahkan  ibu rumah tangga. Jangan takut untuk melakukan deteksi dini dan mengetahui status kesehatannya demi mencegah penyakit ini.

Penderita HIV kian lama jumlahnya bertambah dan status penderitanya terkonsentrasi. Banyak kalangan remaja hingga kaum ibu yang menderita HIV.

HIV penularannya terjadi akibat paparan cairan seperti air liur, darah, hingga air susu ibu dari pasiennya. Orang-orang yang dekat dengan mereka harus tidak malu untuk deteksi dini.

Sesuai tema Peringatan HIV/AIDS Sedunia 2017 yakni Saya Berani Saya Sehat, pemerintah mengajak semua masyarakat untuk mengetahui status kesehatannya. Kalau semua berani, diharapkan penyakit HIV dapat diberantas dengan cepat.

BACA JUGA:

Dulu Diejek Mirip Penyihir, Kini Wanita Ini bak Putri Kerajaan

"Masyarakat harus berani dan tahu status kesehatannya. Jangan takut untuk tes HIV dan deteksi dini," ujar Direktur Pencegahan Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI dr Wiendra Woworuntu MKes saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Jika terdeteksi HIV, pasien harus patuh untuk melakukan pengobatan. Pasien harus minum obat antiretroviral sekira 6-12 bulan.

Minum obat ini sifatnya wajib bagi pasien HIV. Kalau terlewatkan, virus HIV sulit disembuhkan tepat waktu.

"Minum obat antiretroviral in tujuannya agar mencegah penularan, mencegah gejala AIDS, menjaga produktivitas. Tapi sebaiknya cegah HIV dengan deteksi dini," imbuhnya.

 BACA JUGA:

Intip Pola Makan Sehat ala Sonia Wibisono

Karena ada obat antiretroviral, pasien HIV kini banyak yang sembuh total. Berbeda statusnya dengan tahun 1990-an yang membuat pasien HIV meninggal dunia karena tidak ada obat.

Selain itu, HIV juga jangan dianggap penyakit mematikan. Menurut Wiendra, anggap saja penyakit in seperti penyakit kronis yang sebetulnya gampang diobati.

"HIV kini jadi penyakit kronis karena sudah ada obatnya. Berbeda dengan dulu, pasien HIV bisa menjadi AIDS yang banyak ditemukan meninggal dunia," pungkasnya.

(Santi Andriani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya