Sebelum KLB, Kasus Difteri Bisa Dituntaskan dengan Imunisasi

Dewi Kania, Jurnalis
Senin 04 Desember 2017 20:02 WIB
Difteri penyakit menular yang bisa dicegah dengan imunisasi (Foto:Jellygamat)
Share :

DIFTERI salah satu penyakit menular yang dapat dicegah. Salah satunya yakni dengan pemberian vaksin pada usia bayi hingga balita.

Penyebaran penyakit difteri kini rentan terjadi di Indonesia. Apalagi di musim pancaroba, bakteri Corynebacterium mudaj menyebar di mana-mana.

Siapapun bisa mengalami penyakit ini, sehingga mudah saja menjadi kejadian luar biasa. Sebelum terjadi hal itu, pemerintah mengimbau masyarakat agar kembali memberikan vaksin dan menyiapkan stoknya di puskesmas.

BACA JUGA:

Pemuda Batam Ini Edit Foto Dirinya Bareng Girl's Squad, Chelsea Islan hingga Raisa, Netizen: "Gustiiii Nu Agung..."

"Sebelum outbreak kita respon dengan imunisasi. Kita dampingi terus dari kecamatan hingga kabupaten kota," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr HM Subuh, MPPM saat ditemui di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, Senin (4/12/2017).

Beberapa kota telah mendapatkan distribusi vaksin difteri, pertusis dan tetanus (DPT) dan difteri dan tetanus (TD). Vaksin tersebut sudah didapatkan di puskesmas secara langsung.

Bahkan, vaksinnya pun sudah diproduksi pabrik lokal, sehingga tak usah khawatir langka atau kehabisan. Pemerintah terus mendampingi dan mendistribusikan vaksin ini secara teratur.

"Stok vaksin secara nasional sudah sudah siapkan sesuai dengan kebijakan. Jumlah vaksin tidak terbatas, tapi obatnya untuk difteri berupa suntikan yang terbatas. Sisanya tinggal 500 fail," ungkapnya.

BACA JUGA:

Lucunya Kuda Nil Cium Gadis Kecil yang Jadi Viral, Ini Fotonya

Bisa dikategorikan bahwa pengadaan obat difteri tersebut yang tergolong langka. Maka dari itu, sebelum diobati atau terkena difteri, seseorang wajib vaksin agar tidak terkena dampaknya.

Pada kesempatan sama, Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F Moeloek SpM(K) berpesan kepada seluruh masyarakat agar mau melakukan imunisasi bagi yang belum mendapatkan. Sementara, bagi yang sudah bisa mengulangi pemberian vaksin agar bisa mencegah penyebaran penyakit itu.

"Kalau ada satu saja atau beberapa kasus dianggap ini sudah KLB, itu kita harus imunisasi lagi, itu memerlukan biaya dan merugikan. Masyarakat harus melakukan imunisasi itu," tegasnya.

(Santi Andriani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya