Sanitasi yang Baik, Jadi Awal Indonesia Terhindar dari Masalah Pencernaan

Ajeng Dwiri Banyu, Jurnalis
Rabu 29 November 2017 19:11 WIB
Share :

SANITASI yang baik adalah wujud dari hidup bersih dan sehat. Jika sanitasi di suatu daerah buruk, hal tersebut akan berdampak pada penyakit terkait percernaan bahkan kematian. Indonesia sendiri tercatat sebagai negara yang memiliki sanitasi terburuk peringkat 2 di dunia.

Untuk itu, pemerintah Indonesia menetapkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 agar tercapai akses universal 100% air minum, 0% tanpa kumuh, dan 100% akses sanitasi yang layak.

“Sejak tahun 2005, Kementerian Kesehatan bersama dengan Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat serta Kementerian Dalam Negeri mengusung konsep Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa keberhasilan program STBM ini dipengaruhi oleh akses atau ketersediaan sanitasi, pengetahuan, dukungan sosial, sikap dan keyakinan masyarakat, misalnya untuk tidak melakukan buang air besar sembarangan.” ujar Dr. Imran Agus Nurali selaku Direktur Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan saat ditemui Okezone, Rabu (29/11/17).

Menurut data yang dirilis oleh sekretariat STBM, hingga 2015 sebanyak 62 juta atau 53% penduduk desa belum memiliki akses terhadap sanitasi yang layak dan 34 juta diantaranya masih melakukan praktik buang air besar sembarangan.

Kebanyakan masyarakat yang tinggal di daerah timur dulunya sangat suka buang air besar sembarangan (babs). Karena itulah, banyak yang terjangkit penyakit akibat masalah pencernaan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya