Merasa Kehilangan, Vita Datau Ungkap Sosok Bondan Winarno yang Tegas dan Apa Adanya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Rabu 29 November 2017 14:39 WIB
Share :

AWAN hitam kembali merundung langit Indonesia. Pagi tadi salah satu tokoh kuliner nusantara Bondan Winarno menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu (29/11/2017).

Kabar duka ini tentunya meninggalkan luka mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali bagi Vita Datau, Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI).

"Saya dengar kabarnya tadi saat menjadi narasumber di sebuah acara. Badan saya lemas, rasanya seperti kehilangan separuh jiwa," tutur Vita saat dihubungi Okezone via telepon, Rabu (29/11/2017).

Menurut Vita, Bondan merupakan salah satu ikon kuliner Indonesia yang telah banyak memberikan kontribusi dalam memajukan industri kuliner nusantara. Contoh kecilnya adalah jargon "Pokoke Maknyus" dan "Top Markotop" yang kini telah melekat erat di ingatan masyarakat Indonesia.  

Dalam beberapa kesempatan, Bondan juga sering diundang untuk mempromosikan kuliner nusantar di sejumlah negara di dunia. Ia juga sering menjadi pembicara dalam acara-acara kuliner, dan tidak sungkan dalam memberikan ilmu kepada generasi muda. 

"Mau kita punya chef terkenal sekalipun, Bondan Winarno dan Wiliam Wongso lah yang membuat kuliner Indonesia bangkit kembali. Justru ketika kuliner kita baru mau "take off", kita malah kehilangan salah satu tokoh," jelasnya. 

Kendati demikian, Vita berharap, dengan kepergian Bondan Winarno masyarakat Indonesia semakin semangat untuk meneruskan "warisan" yang telah ia tinggalkan. 

"Mau dia dibilang seorang penikmat kuliner saja atau jurnalis, tapi semua kontribusinya harus diteruskan sebagai platform industri kuliner kita. Dulu siapa yang mau cari kuliner-kuliner unik sampai turun ke jalan kalau bukan beliau?" papar Vita. 

Saat ditanya seperti apa sosok Bondan Winarno semasa hidupnya, Vita mengungkapkan bahwa pria kelahiran Surabaya 29 April 1950 itu merupakan sosok yang tegas dan apa adanya. 

"Pak bondan itu kalau belum kenal, banyak orang yang bilang agak enggak friendly, bukan karena beliau sebagai tokoh selebriti, tetapi karena dia orangnya tegas dan punya prinsip. Selain itu, mungkin karena ia sudah banyak ilmu jadi membuat orang segan," ungkap Vita.

Salah satu momen yang tidak pernah ia lupakan saat bekerja dengan almarhum adalah ketika menjadi narasumber di salah satu stasiun tv swasta.  

"Kalau tidak salah waktu itu sedang ada peluncuran buku Ibu Mari Elka Pangestu. Pak Bondan kalau ngasih masukkan tidak pakai bahasa diplomatis lagi, jadi mau tidak mau harus siap menerima kritikan. Kalau menurut dia kurang, pasti langsung dikatakan," tukas Vita. 

Merasa Kehilangan, Vita Datau Ungkap Sosok Bondan Winarno yang Tegas dan Apa Adanya

AWAN hitam kembali merundung langit Indonesia. Pagi tadi salah satu tokoh kuliner nusantara Bondan Winarno menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu (29/11/2017).

Kabar duka ini tentunya meninggalkan luka mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali bagi Vita Datau, Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI).

"Saya dengar kabarnya tadi saat menjadi narasumber di sebuah acara. Badan saya lemas, rasanya seperti kehilangan separuh jiwa," tutur Vita saat dihubungi Okezone via telepon, Rabu (29/11/2017).

Menurut Vita, Bondan merupakan salah satu ikon kuliner Indonesia yang telah banyak memberikan kontribusi dalam memajukan industri kuliner nusantara. Contoh kecilnya adalah jargon "Pokoke Maknyus" dan "Top Markotop" yang kini telah melekat erat di ingatan masyarakat Indonesia.  

Dalam beberapa kesempatan, Bondan juga sering diundang untuk mempromosikan kuliner nusantar di sejumlah negara di dunia. Ia juga sering menjadi pembicara dalam acara-acara kuliner, dan tidak sungkan dalam memberikan ilmu kepada generasi muda. 

"Mau kita punya chef terkenal sekalipun, Bondan Winarno dan Wiliam Wongso lah yang membuat kuliner Indonesia bangkit kembali. Justru ketika kuliner kita baru mau "take off", kita malah kehilangan salah satu tokoh," jelasnya. 

Kendati demikian, Vita berharap, dengan kepergian Bondan Winarno masyarakat Indonesia semakin semangat untuk meneruskan "warisan" yang telah ia tinggalkan. 

"Mau dia dibilang seorang penikmat kuliner saja atau jurnalis, tapi semua kontribusinya harus diteruskan sebagai platform industri kuliner kita. Dulu siapa yang mau cari kuliner-kuliner unik sampai turun ke jalan kalau bukan beliau?" papar Vita. 

Saat ditanya seperti apa sosok Bondan Winarno semasa hidupnya, Vita mengungkapkan bahwa pria kelahiran Surabaya 29 April 1950 itu merupakan sosok yang tegas dan apa adanya. 

"Pak bondan itu kalau belum kenal, banyak orang yang bilang agak enggak friendly, bukan karena beliau sebagai tokoh selebriti, tetapi karena dia orangnya tegas dan punya prinsip. Selain itu, mungkin karena ia sudah banyak ilmu jadi membuat orang segan," ungkap Vita.

Salah satu momen yang tidak pernah ia lupakan saat bekerja dengan almarhum adalah ketika menjadi narasumber di salah satu stasiun tv swasta.  

"Kalau tidak salah waktu itu sedang ada peluncuran buku Ibu Mari Elka Pangestu. Pak Bondan kalau ngasih masukkan tidak pakai bahasa diplomatis lagi, jadi mau tidak mau harus siap menerima kritikan. Kalau menurut dia kurang, pasti langsung dikatakan," tukas Vita. 

Merasa Kehilangan, Vita Datau Ungkap Sosok Bondan Winarno yang Tegas dan Apa Adanya

AWAN hitam kembali merundung langit Indonesia. Pagi tadi salah satu tokoh kuliner nusantara Bondan Winarno menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu (29/11/2017).

Kabar duka ini tentunya meninggalkan luka mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali bagi Vita Datau, Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI).

"Saya dengar kabarnya tadi saat menjadi narasumber di sebuah acara. Badan saya lemas, rasanya seperti kehilangan separuh jiwa," tutur Vita saat dihubungi Okezone via telepon, Rabu (29/11/2017).

Menurut Vita, Bondan merupakan salah satu ikon kuliner Indonesia yang telah banyak memberikan kontribusi dalam memajukan industri kuliner nusantara. Contoh kecilnya adalah jargon "Pokoke Maknyus" dan "Top Markotop" yang kini telah melekat erat di ingatan masyarakat Indonesia.  

Dalam beberapa kesempatan, Bondan juga sering diundang untuk mempromosikan kuliner nusantar di sejumlah negara di dunia. Ia juga sering menjadi pembicara dalam acara-acara kuliner, dan tidak sungkan dalam memberikan ilmu kepada generasi muda. 

"Mau kita punya chef terkenal sekalipun, Bondan Winarno dan Wiliam Wongso lah yang membuat kuliner Indonesia bangkit kembali. Justru ketika kuliner kita baru mau "take off", kita malah kehilangan salah satu tokoh," jelasnya. 

Kendati demikian, Vita berharap, dengan kepergian Bondan Winarno masyarakat Indonesia semakin semangat untuk meneruskan "warisan" yang telah ia tinggalkan. 

"Mau dia dibilang seorang penikmat kuliner saja atau jurnalis, tapi semua kontribusinya harus diteruskan sebagai platform industri kuliner kita. Dulu siapa yang mau cari kuliner-kuliner unik sampai turun ke jalan kalau bukan beliau?" papar Vita. 

Saat ditanya seperti apa sosok Bondan Winarno semasa hidupnya, Vita mengungkapkan bahwa pria kelahiran Surabaya 29 April 1950 itu merupakan sosok yang tegas dan apa adanya. 

"Pak bondan itu kalau belum kenal, banyak orang yang bilang agak enggak friendly, bukan karena beliau sebagai tokoh selebriti, tetapi karena dia orangnya tegas dan punya prinsip. Selain itu, mungkin karena ia sudah banyak ilmu jadi membuat orang segan," ungkap Vita.

Salah satu momen yang tidak pernah ia lupakan saat bekerja dengan almarhum adalah ketika menjadi narasumber di salah satu stasiun tv swasta.  

"Kalau tidak salah waktu itu sedang ada peluncuran buku Ibu Mari Elka Pangestu. Pak Bondan kalau ngasih masukkan tidak pakai bahasa diplomatis lagi, jadi mau tidak mau harus siap menerima kritikan. Kalau menurut dia kurang, pasti langsung dikatakan," tukas Vita. 

(Ade Indra Kusuma)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya