INDONESIA saat ini memiliki jumlah anak-anak mencapai 87 juta jiwa. Angka yang besar tersebut mirisnya berbanding lurus dengan kasus kekerasan yang terjadi juga pada anak
Kasus kekerasan terhadap anak terus meningkat setiap tahunnya di Indonesia. Bagaimana tidak, pada 2012 saja telah terjadi sebanyak 2.636 kasus, dan meningkat sebanyak 3.039 kasus terjadi pada 2014. Lebih mirisnya lagi, kasus kekerasan terhadap anak lebih banyak terjadi di rumah, yang seharusnya menjadi tempat pertama, dan utama seorang anak belajar, sebelum menyapa dunia luar.
Dikumpulkan Okezone dari memantau acara Sosialisasi Perlindungan Anak dari Masalah Sosial, di Kementerian Pemberdayaan Perempuan, dan Anak, Senin, (27/11/2017), berikut 3 hal yang orangtua tidak sadari telah mengundang masalah sosial terjadi pada anaknya.
1. Memberikan Gadget Pada Anak
Satu keputusan yang salah dari orangtua ialah memberikan gadget pada anak, sebab dari ponsel pintar tersebut anak bisa terpapar informasi yang seharusnya belum ia perlu dapat, dan fitur seperti games bisa membuat anak kecanduan bermain, hingga bisa lupa waktu, dan malas untuk belajar.
2. Membiarkan Anak Memiliki Akun Media Sosial Sendiri
Zaman memang tidak bisa ditolak perkembangannya, tapi pergaulan anak seharusnya bisa diawasi, dan diatur oleh orangtua. Berawal dari izin memiliki gadget sendiri, anak yang terpengaruh pergaulannya bisa membuat akun media sosial, dan tidak menutup kemungkinan mereka berinteraksi dengan orang asing yang entah datang dari mana. Selain itu, konten yang banyak tersaji dalam media sosial pun belum seharusnya jadi konsumsi anak.