Tahap selanjutnya, nama-nama suhut atau ruan rumah dipanggilkan untuk maju ke depan. Pada gelombang pertama Manortor, ada delapan orang suhut, yang dipanggil, kemudian menari dengan diiringi oleh anaboru di belakangnya. Sebelum menari, kedelapan orang suhut tersebut, dikalungkan kain ulos oleh delapan orang pria yang berjalan sambil menari menuju para suhut, lalu mengalungkan kain ulos.
Dengan diiringi oleh gordang, tiupan seruling, dan onang-onang atau nyanyian khas adat Mandailing, para suhut yang berjumlah delapan orang, serta boru yang juga berjumlah delapan pula menari mengiringi Manortor di belakangnya.
Tari tor tor atau Manortor dilakukan dengan gerakan yang begitu dihayati oleh suhut dan anaboru. Gerakan tangan ke atas dan ke bawah, tidak lebih dari setinggi bahu. Suhut dan Anaboru yang menari tor tor menggerakan badan mereka ke atas dan ke bawah dengan perlahan, sambil pelan-pelan membentuk lingkaran. Setelah penyanyi mengatakan "horas!", maka Manortor gelombang pertama pun selesai.
Selanjutnya, Manortor gelombang kedua dilakukan oleh raja-raja, yang terdiri dari Raja dari marga Nasution, Lubis, dan Panusunan. Tari Tor-Tor akan terus dilakukan secara bergelombang hingga 500 orang terpilih semuanya menari.
(Helmi Ade Saputra)