Para Raja hingga Anak Boru Pakai Ulos Merah Keemasan Percantik Horja Godang Kahiyang-Bobby, Ini Filosofinya!

Dewi Kania, Jurnalis
Jum'at 24 November 2017 09:36 WIB
Kahiyang Ayu di Medan (Foto: Antara)
Share :

Ulos atau kain tenun dari Batak yang punya makna khusus. Dalam pelaksanaan horja godang Kahiyang-Bobby, kain unik ini tak ketinggalan.

Saat melakukan manortor, keluarga Nasution berkumpul di dalam ruangan. Prosesi menari tor-tor ini sangat sakral pagi ini.

Dari raja Mandailing, suhut (pemilik hajat) hingga anak boru beriringan menari tor tor. Mereka mengenakan ulos yang identik dengan warna merah tua dan emas.

Bukan tanpa alasan, di balik warna ulos tersebut punya makna tersendiri. Seperti apakah?

Budayawan Raya Siregar menjelaskan, ulos yang diselempangkan untuk para raja. Motifnya berbeda-beda, sesuai kasta dan keturunan raja.

Tapi untuk warnanya identik dengan merah dan emas. Ternyata warna itu identik dengan Kerajaan Mandailing di masa lalu.

"Warna merah ulos itu identik dengan raja Mandailing. Sementara kalau emas, diceritakan dulunya sampai sekarang, kawasan Mandailing merupakan tambang emas terbesar," ujarnya.

Maka tak salah, ciri khas warna keemasan ini selalu ada dalam ulos khas Mandailing. Terutama yang dipakai oleh keluarga Nasution, dari mempelai pria.

Selanjutnya para perempuan juga mengenakan ulos dengan warna serupa. Adapun yang menggunakan ulos tersebut merupakan istri dari raja.

Penempatan ulos pun berbeda-beda, ada yang dikalungkan, digunakan sebagai syal, dilingkarkan ke badan, dan posisi lain. Jelas ada makna yang unik di balik itu.

Lebih lanjut, tambah Raya, dalam kehidupan sehari-hari, hasil tenunan ulos ini hampir semua dilakukan oleh para perempuan di kalangan rumah tangga. Fungsinya di zaman dulu tidak hanya sebagai pelaksanaan adat pernikahan, tetapi juga bisa digunakan sebagai penghangat tubuh yang diberikan oleh ibu kepada anaknya.

"Semua wanita di Mandailing bisa mengulos, kalau tidak bisa malahan mereka belum dewasa dan tidak boleh menikah," bebernya.

Di lain kesempatan, Sejarawan JJ membeberkan filosofi dari kain ulos asli Batak. Ulos sangat penting digunakan oleh orang Batak untuk upacara adat perkawinan hingga kematian.

Diceritakan, dulu dari tanah Batak punya tradisi mangulosi hela sebagai jembatan dunia leluhur. Ada seorang maha pengulos yang turun ke bumi untuk menciptakan Kain cantik ini.

"Dalam mitologi Batak, saat bulan purnama muncul, boru pengulos ini terlihat di bulan sambil menenun Kain," ungkapnya saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Di samping itu, karya tekstil yang identik di Indonesia juga dapat menjadi kode-kode adat istiadat masyarakat. Akar filosofinya sangat kuat yang harusnya diketahui.

"Rata-rata karya tekstil dari Indonesia menurut saya punya ada kode historis dan nilainya penting. Maka patut kita banggakan sebagai mahakarya yang menceritakan asal-usul suatu daerah," pungkasnya.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya