SETIAP orang harus mengonsumsi nutrisi dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh. Tubuh yang kekurangan nutrisi akan menyebabkan masalah kesehatan, salah satunya adalah anemia. Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah dalam tubuh berkurang dan dapat disebabkan karena kekurangan zat besi.
Kondisi ini dapat terjadi di segala usia, termasuk anak-anak. Anemia pada anak dapat memberi tekanan pada tubuh karena sel-sel di otot dan organ memerlukan oksigen yang terkandung dalam sel darah merah. Lantas, bagaimana ciri-ciri atau gejala anemia pada anak?
Melansir Healthy Children, Kamis (23/11/2017), anak mungkin terkena anemia jika tubuhnya tidak menghasilkan cukup sel darah merah karena kekurangan zat besi atau nutrisi lainnya. Gejalanya antara lain kulit berwarna pucat, abu-abu, atau ashy. Selain itu, biasanya lapisan kelopak mata dan nail bed warnanya kurang merah jambu. Anak juga menjadi mudah marah dan kelelahan. Pada kasus anemia berat, anak bisa mengalami sesak napas, irama jantung yang cepat, serta tangan dan kaki yang bengkak.
Selain karena kekurangan zat besi, anemia bisa juga disebabkan oleh kerusakan sel darah merah. Hal ini terjadi karena faktor genetik. Pada anak yang mengalami kondisi ini, gejalanya adalah bagian tubuh seperti kulit dan mata menjadi kuning.
Apabila anak Anda terlihat mengalami gejala di atas, cobalah berkonsultasi ke dokter guna memastikan kondisi yang sebenarnya. Sebab anemia dapat membuat anak kurang berenergi, tidak fokus, dan kemampuan belajar menurun. Pada kasus anemia berat bila dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan tubuh secara permanen.